TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR – Malaysia akan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah untuk karyawan kementerian, lembaga, badan hukum, dan perusahaan terafiliasi dengan pemerintah mulai 15 April 2026 untuk menghemat energi selama perang di Timur Tengah.
Pengumuman tersebut disampaikan Perdana Menteri Anwar Ibrahim sejak Malaysia mulai merasakan dampak perang di Timur Tengah terhadap pasokan bahan bakar global.
“Kabinet telah menyetujui kebijakan bekerja dari rumah. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan pasokan energi yang stabil,” kata Anwar Ibrahim dalam sebuah pengarahan khusus.
Anwar tidak memberikan rincian mengenai ketentuan work from home atau WFH bagi pegawai negeri tersebut dan mengatakan akan segera menyampaikan informasi lebih lanjut mengenal hal tersebut dalam waktu dekat.
Selama ini Malaysia memberikan subsidi bahan bakar cukup besar kepada rakyatnya dengan hanya membayar RM1,99 per liter bahan bakar jenis bensin tanpa timbal.
Namun, karena harga minyak mentah global melonjak dan Iran tetap menutup Selat Hormuz yang penting, Anwar mengatakan kuota bahan bakar bersubsidi akan dipotong dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.
Baca juga: WFH Satu Hari untuk Karyawan Swasta Berlaku, Menaker: Perusahaan Dilarang Potong Gaji
Harga bahan bakar tanpa subsidi akan terus mengikuti harga pasar global. Menteri Luar Negeri Mohamad Hasan pekan lalu mengatakan bahwa kapal tanker milik Petronas, Sapura Energy, dan perusahaan maritim MISC sedang menunggu izin untuk berlayar dengan aman di selat tersebut.
Menteri Transportasi Anthony Loke menambahkan bahwa kapal-kapal tersebut akan dibebaskan dari biaya tol yang mungkin dikenakan oleh Iran, sebuah tindakan yang telah diancamkan oleh Teheran.
Baca juga: Serikat Buruh Dukung WFH, Tapi Minta Perusahaan Tidak Kurangi Hak Pekerja
“Kami adalah pihak yang bersahabat. Kami memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan pemerintah Iran,” katanya, seraya menyatakan keyakinan bahwa Iran akan mengizinkan kapal-kapal tersebut untuk lewat.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pekan lalu, Anwar mengucapkan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena mengizinkan kapal tanker minyak Malaysia dan awaknya untuk melanjutkan perjalanan pulang mereka.
Suhu AC Ruangan Nggak Boleh Terlalu Dingin
Terkait upaya penghematan energi besar-besaran di dalam negeri ini, Ketua Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) Azam Baki mengatakan pihaknya telah menerima informasi bahwa Pemerintah Malaysia telah memutuskan untuk menaikkan suhu pendingin ruangan (AC) di semua kantornya sebagai bagian dari langkah penghematan biaya untuk mengurangi konsumsi energi.
Ia mengatakan keputusan tersebut dibuat oleh Kabinet, dan menambahkan bahwa langkah ini akan berlaku di semua kantor pemerintah, bukan hanya MACC.
“Mengikuti instruksi Kabinet, suhu pendingin ruangan akan dinaikkan, dan kita mungkin diizinkan untuk mengenakan pakaian yang lebih kasual ke kantor seiring dengan kenaikan suhu,” kata Tan Sri Azam dalam sesi jumpa pers dengan Satuan Tugas Multi-Agensi di markas MACC hari ini, Kamis, 2 April 2026.
Baca tanpa iklan