Berdasarkan survei terbaru Pew Research, enam dari sepuluh warga Amerika kini memiliki pandangan negatif terhadap Israel, meningkat tajam dibanding beberapa tahun terakhir.
Namun, Netanyahu menolak anggapan bahwa perang di Jalur Gaza menjadi penyebab utama perubahan opini publik tersebut.
Ia justru menuding adanya manipulasi di media sosial yang dilakukan pihak tertentu untuk melemahkan simpati warga Amerika terhadap Israel.
“Israel terkepung di bidang media dan propaganda. Ada beberapa negara yang memanipulasi media sosial menggunakan bot farm dan akun palsu untuk mematahkan simpati Amerika terhadap Israel,” ujarnya, seperti diberitakan Russia Today.
Serangan Israel di Jalur Gaza sendiri telah menewaskan lebih dari 71 ribu warga Palestina sejak 7 Oktober 2023.
Agresi militer Israel di Jalur Gaza, Lebanon, hingga Iran juga menuai kritik luas, termasuk dari sejumlah tokoh publik dan politikus Amerika Serikat.
Pada Maret lalu, Senator AS Bernie Sanders bahkan mengajukan resolusi untuk memblokir penjualan senjata hampir 660 juta dolar AS kepada Israel.
Bernie Sanders menyebut mayoritas pemilih Partai Demokrat dan kalangan independen menolak pengiriman senjata Amerika ke Israel di tengah konflik yang terus berlangsung.
Netanyahu Mengulangi Pernyataannya
Pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai rencana mengurangi hingga menghentikan bantuan keuangan Amerika Serikat ternyata bukan hal baru.
Dalam beberapa bulan terakhir, Netanyahu berulang kali menyampaikan keinginannya agar Israel tidak lagi bergantung pada dana militer dari Washington.
Pada Januari 2026, Netanyahu mulai menyinggung hal tersebut dalam sejumlah wawancara media Israel dan internasional.
Ia menyebut Israel harus menjadi negara yang lebih mandiri di bidang pertahanan dan tidak selamanya bergantung pada bantuan luar negeri.
Saat itu, ia mengatakan Israel memiliki kemampuan ekonomi dan industri militer yang cukup kuat untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap bantuan Amerika secara bertahap.
Pernyataan serupa kembali disampaikan Netanyahu dalam berbagai forum sepanjang Februari hingga April 2026.
Dalam salah satu pidatonya di Yerusalem pada Februari lalu, ia menegaskan bahwa Israel perlu “melepaskan diri” dari komponen bantuan finansial AS dalam kerja sama militer kedua negara.
Baca tanpa iklan