“Apakah itu mungkin? Ya. Apakah itu dijamin? Tidak,” ujarnya.
Di tengah situasi tersebut, upaya diplomatik antara Washington dan Teheran juga masih menemui jalan buntu.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menolak proposal perdamaian terbaru Iran dan menyebutnya “totally unacceptable”.
Proposal AS sendiri meminta Iran menghentikan pengayaan uranium selama sedikitnya 12 tahun serta menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen.
Sebagai imbalan, Washington menawarkan pelonggaran sanksi dan penghentian blokade laut terhadap pelabuhan Iran.
Sementara itu, Iran mengajukan proposal tiga tahap yang mencakup penghentian perang, pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta penundaan negosiasi nuklir hingga gencatan senjata tercapai.
Baca tanpa iklan