News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Menteri Pertahanan Inggris Mundur, Kritik Anggaran Militer yang Dinilai Tak Cukup

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MILITER DAN PERTAHANAN - John Healey saat memimpin diskusi mendesak antar negara anggota Pasukan Ekspedisi Gabungan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan menghadapi ancaman Rusia yang semakin meningkat, 28 April 2026. John Healey mengundurkan diri setelah menilai anggaran militer pemerintah tak cukup untuk menghadapi meningkatnya ancaman. (Instagram @johnhealeymp)

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengundurkan diri pada Kamis setelah mengkritik pemerintahnya karena mengalokasikan dana militer yang menurutnya “jauh di bawah” kebutuhan sebenarnya.

Mengutip UPI, Healey menyampaikan pengunduran dirinya melalui surat kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang dipublikasikan di platform X.

Ia mengatakan rencana investasi pertahanan Inggris tidak memenuhi kebutuhan dan dapat “mengurangi kesiapan pasukan Inggris”.

Beberapa jam setelah pengunduran diri Healey, wakil menteri pertahanan Al Carns juga mengundurkan diri.

Ia menyatakan keprihatinan terhadap tingkat investasi pertahanan yang menurutnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan militer.

Setelah Healey mundur, Starmer mengatakan bahwa ia bangga dengan catatan pemerintahannya dalam pendanaan pertahanan.

Ia juga meyakini rencana pendanaan yang telah disepakati antara parlemen dan kementerian pertahanan akan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan militer Inggris untuk menjaga keamanan negara.

Baca juga: China Dituduh Pasang Alat Pelacak di Mobil Dinas Perdana Menteri Inggris

Krisis Politik dan Perdebatan Anggaran Pertahanan

Dalam beberapa minggu terakhir, Starmer menghadapi tekanan untuk mengundurkan diri setelah hasil pemilu yang kurang memuaskan.

Healey menjadi anggota kabinet kedua yang mundur dalam waktu dekat setelah mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting meninggalkan jabatannya karena mengatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Starmer.

Selain Healey dan Carns, asisten parlemen Starmer untuk Kementerian Pertahanan juga meninggalkan posisinya karena masalah “penundaan dan kesulitan” dalam mendanai target kesiapan militer Inggris.

Dalam surat pengunduran dirinya, Healey menulis bahwa pemerintah mulai bekerja dengan kesadaran bahwa Inggris menghadapi era ancaman baru yang membutuhkan pendekatan pertahanan baru.

“Sejak saat itu, Anda tidak mampu, dan Kementerian Keuangan tidak bersedia, memberikan sumber daya yang dibutuhkan negara untuk mempertahankan diri dalam kondisi meningkatnya ancaman,” tulis Healey.

Pemerintah Tunjuk Menteri Pertahanan Baru

Pada Kamis, Starmer menunjuk mantan Menteri Keamanan Dan Jarvis sebagai Menteri Pertahanan baru.

Tugas utama Jarvis adalah menyelesaikan rencana pendanaan pertahanan baru yang dilaporkan hanya sekitar setengah dari permintaan kementerian sebelumnya, yaitu sekitar 37 juta dolar AS.

Dalam tinjauan strategi pertahanan terbaru Inggris, pemerintah telah menetapkan sejumlah target, termasuk meningkatkan stok amunisi, mengembangkan pesawat tempur generasi baru, memperbanyak drone, serta memperbarui armada kapal selam.

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini