News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kaisar Jepang: Jangan Lupakan Luka Perang, Perdamaian Harus Terus Dijaga   

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PANDANGAN NARUHITO - Konferensi pers Kaisar Jepang, Naruhito di Ishibashi-no-ma di Istana Kekaisaran, 11 Juni 2026 sore waktu setempat. Naruhito menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya mengingat sejarah Perang Dunia II, menghormati para korban dan terus membangun rekonsiliasi dengan negara-negara yang pernah mengalami konflik dengan Jepang, termasuk Belanda dan Belgia (NNN)

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kaisar Jepang, Naruhito menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya mengingat sejarah Perang Dunia II, menghormati para korban dan terus membangun rekonsiliasi dengan negara-negara yang pernah mengalami konflik dengan Jepang, termasuk Belanda dan Belgia.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan menjelang kunjungan resmi ke Belanda dan Belgia, yang memiliki sejarah panjang hubungan dengan Jepang, termasuk pengalaman pahit selama Perang Dunia II.

Dalam jawabannya, Kaisar menegaskan bahwa meskipun Jepang memiliki hubungan persahabatan yang panjang dengan kedua negara, sejarah kelam masa perang tidak boleh dilupakan.

"Selama perang besar terakhir, banyak nyawa berharga hilang di seluruh dunia dan banyak orang mengalami penderitaan serta kesedihan yang mendalam. Kita tidak boleh melupakan bahwa dalam hubungan Jepang dengan Belanda dan Belgia juga pernah ada masa-masa yang sangat sulit," ujarnya.

Menyinggung Interniran Warga Belanda di Indonesia

Dalam pertanyaan wartawan disebutkan bahwa Jepang dan Belanda pernah menjadi pihak yang bermusuhan selama Perang Dunia II.

Selain itu, Jepang juga memiliki sejarah interniran terhadap warga Belanda yang tinggal di Hindia Belanda (Indonesia saat ini) selama masa pendudukan Jepang.

Baca juga: Hilang Sejak Maret, Jenazah Diduga WNI Peserta Magang Ditemukan di Gunung Karasawa Jepang

Kaisar menyatakan bahwa hingga kini masih ada orang-orang di Belanda yang terus menyimpan luka akibat pengalaman perang tersebut.

"Saya ingin merenungkan fakta bahwa masih ada orang-orang yang terus menanggung rasa sakit dari masa itu," katanya.

Menurut Kaisar, sejarah harus dipelajari dengan rendah hati agar generasi sekarang dan mendatang dapat memahami pentingnya perdamaian.

Kaisar juga mengenang peran besar mendiang Ratu Beatrix dari Belanda dalam memperkuat hubungan kedua negara pascaperang.

Ratu Beatrix melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang pada tahun 1963 dan kembali pada tahun 1991.

Sementara itu, Kaisar Emeritus Akihito dan Permaisuri Emerita Michiko melakukan kunjungan kenegaraan ke Belanda pada tahun 2000.

Kunjungan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam proses rekonsiliasi antara kedua negara.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini