News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kaisar Jepang: Jangan Lupakan Luka Perang, Perdamaian Harus Terus Dijaga   

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PANDANGAN NARUHITO - Konferensi pers Kaisar Jepang, Naruhito di Ishibashi-no-ma di Istana Kekaisaran, 11 Juni 2026 sore waktu setempat. Naruhito menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya mengingat sejarah Perang Dunia II, menghormati para korban dan terus membangun rekonsiliasi dengan negara-negara yang pernah mengalami konflik dengan Jepang, termasuk Belanda dan Belgia (NNN)

"Saya sangat tersentuh oleh rakyat Belanda yang tetap memikul luka perang. Bersama Ratu Beatrix, upaya dilakukan untuk semakin memperdalam saling pengertian dan kerja sama persahabatan antara rakyat kedua negara," ujarnya.

Menurut Kaisar, hubungan penuh kepercayaan antara Keluarga Kekaisaran Jepang dan Keluarga Kerajaan Belanda pada akhirnya membantu membuka babak baru dalam sejarah hubungan kedua negara.

Rekonsiliasi yang Dibangun Puluhan Tahun

Kaisar menekankan bahwa hubungan baik yang terjalin saat ini tidak terjadi begitu saja, melainkan merupakan hasil dari upaya panjang berbagai pihak.

Pertukaran kota kembar, kerja sama pendidikan antaruniversitas, pertukaran budaya, hingga penanaman pohon sakura menjadi bagian dari proses membangun saling pengertian selama puluhan tahun.

Selain itu, hubungan antarkeluarga kerajaan juga disebut berperan penting dalam memperkuat persahabatan dan niat baik antara Jepang, Belanda, dan Belgia.

"Saya sangat bersyukur bahwa perdamaian dan hubungan baik yang ada saat ini dapat terwujud berkat upaya banyak orang," kata Kaisar.

Baca juga: Anggota Polisi Anti Huru-Hara Jepang Tewas Terjepit Truk Saat Bertugas di Nagano

Pesan Perdamaian untuk Generasi Muda

Menjelang kunjungan ke Eropa tersebut, Kaisar menegaskan bahwa dirinya ingin kembali mengingat nilai perdamaian dan pentingnya belajar dari sejarah.

"Sambil merenungkan sejarah masa lalu, saya ingin sekali lagi mengukir pentingnya perdamaian di dalam hati saya," ujarnya.

Kaisar juga berharap pertukaran antarmasyarakat, khususnya di kalangan generasi muda Jepang, Belanda, dan Belgia, dapat semakin berkembang di masa depan.

Menurutnya, hubungan persahabatan yang dibangun melalui dialog, pendidikan, dan pertukaran budaya merupakan fondasi penting agar tragedi perang tidak terulang kembali.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Keluarga Kekaisaran Jepang tetap menempatkan refleksi sejarah dan perdamaian sebagai bagian penting dari diplomasi kemanusiaan Jepang di tengah hubungan persahabatan yang terus berkembang dengan negara-negara Eropa.

Jadwal Resmi

Menurut jadwal resmi Kaisar Jepang akan mulai berangkat ke Eropa besok 13 Juni 2026.

13 Juni 2026: Berangkat dari Jepang menuju Eropa.
17–19 Juni 2026: Kunjungan kenegaraan resmi di Belanda, termasuk Amsterdam dan Den Haag.
20–25 Juni 2026: Melanjutkan kunjungan ke Belgia. Kunjungan kenegaraan resmi di Belgia berlangsung pada 23–24 Juni.

Kunjungan ini memiliki makna khusus karena Kaisar Naruhito secara terbuka menyatakan ingin mengenang sejarah Perang Dunia II, termasuk penderitaan yang dialami warga Belanda selama pendudukan Jepang, serta memperkuat rekonsiliasi dan persahabatan antara kedua negara.

Belanda dan Jepang memiliki hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari 426 tahun, dan kunjungan ini dipandang sebagai simbol penting persahabatan serta rekonsiliasi pascaperang.

Sosok Kaisar Naruhito 
Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini