News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Akhirnya Galaksi Terjauh dan Tertua di Jagat Raya Ditemukan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Galaksi Terjauh dan Tertua EGS8p7

Laporan Wartawan Kompas.com Yunanto Wiji Utomo

TRIBUNNEWS.COM, AMERIKA SERIKAT - Astrofisikawan dari California Institute of Technology menemukan galaksi tertua dan terjauh di jagat raya.

Galaksi itu berusia 13,2 miliar tahun, lahir hanya 600 juta tahun setelah Big Bang.

Penemuan galaksi tertua itu berawal dari langkah Adi Zitrin dan Richard Ellis yang menginvestigasi data hasil misi wahana antariksa Hubble dan Spitzer pada awal tahun ini.

Mereka mengungkap satu kandidat galaksi.

Penemuan kandidat galaksi itu lalu dikonfirmasi dengan Multi-Object Spectrometer for Infrared Exploration (MOSFIRE), instrumen yang terdapat di Keck Observatory, Hawaii.

Konfirmasi dengan analisis spektrometer itu diperlukan untuk mengungkap redshift, skala yang kerap digunakan untuk menunjukkan jarak dan umur galaksi.

Setiap galaksi di alam semesta mengemisikan cahaya.

Makin jauh jaraknya, gelombang cahaya mengalami perubahan bila diamati dengan spektrometer, yakni menjadi semakin merah. Itulah yang disebut redshift.

Setelah mengonfirmasi, Zitrin dan Ellis meyakini bahwa galaksi yang diyakininya memang ada.

 Mereka menamai galaksi baru itu EGS8p7. Penemuan dipublikasikan di Astrophysical Journal.

Galaksi EGS8p7 memiliki nilai redshift 8,68, lebih besar dari galaksi pemegang rekor tertua sebelumnya yang punya nilai redshift 7,73.

"Yang mengejutkan dari penemuan ini adalah, kami berhasil mendeteksi Lyman-alpha line dari galaksi dengan redshift 8,68, menunjukkan saat alam semesta masih penuh dengan awan hidrogen," kata Ellis.

Lyman-alpha line sederhananya adalah jejak pembentukan bintang dalam suatu galaksi. Eksistensi dan aktivitas galaksi bisa dideteksi darinya.

Terdeteksinya jejak itu merupakan hal yang istimewa sebab bila melihat proses perubahan fisika dan kimia yang terjadi di alam semesta, jejak itu seharusnya sudah rusak atau hilang.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini