“Sebagai pekerja seni yang aktif, ibu, dan istri, masih banyak yang ingin saya lakukan ke depan. Saya ingin terus berkarya dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga sehingga saya harus menjaga kesehatan agar momen bahagia tidak terlewatkan,"kata Maia pada kesempatan yang sama.
Pesan tersebut sejalan dengan kampanye Ageing Gracefully, yang mengajak orang dewasa, terutama kelompok berisiko, untuk tetap aktif, produktif, dan sadar pencegahan.
Pencegahan Lebih Penting daripada Mengobati
Banyak orang baru menyadari risiko cacar api setelah terlambat. Padahal, pencegahan menjadi langkah krusial, terutama bagi individu dengan penyakit penyerta.
Sesuai rekomendasi Satgas Imunisasi PAPDI 2025, vaksin Herpes Zoster direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal sebagai upaya menjaga kualitas hidup di masa mendatang.
Head of Medical Adult Vaccine GSK Indonesia, dr. Johan Wijoyo, menegaskan pentingnya edukasi publik dalam pencegahan penyakit ini.
“Kami percaya bahwa edukasi dan akses informasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik," kata dr Johan.
Cacar Api Bisa Mengganggu Keseharian Tanpa Disadari
Sekitar 9 dari 10 individu dewasa usia di atas 50 tahun telah membawa virus penyebab cacar api dalam tubuhnya.
Artinya, risiko bisa muncul kapan saja, terutama ketika daya tahan tubuh menurun.
Meski tidak menular secara langsung seperti flu, cacar api tetap dapat menularkan virus Varicella Zoster melalui kontak dengan cairan lepuhan aktif dan menyebabkan cacar air pada individu yang belum pernah terinfeksi sebelumnya.
Baca tanpa iklan