News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Studi WHO Ungkap 37 Persen Kasus Kanker Bisa Dicegah, Tembakau Jadi Penyebab Terbesar

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyakit kanker selama ini identik dengan vonis berat yang menimbulkan ketakutan jangka panjang bagi penderitanya. Namun di balik anggapan tersebut, analisis global terbaru menunjukkan fakta penting yang jarang disadari masyarakat, yakni sebagian besar kasus kanker sebenarnya dapat dicegah sejak jauh hari.

Baca juga: Hari Kanker Sedunia dan Pekerjaan Rumah Sistem Donor Darah Indonesia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengungkap bahwa hingga empat dari sepuluh kasus kanker di seluruh dunia berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dikendalikan melalui perubahan perilaku, lingkungan, serta intervensi kesehatan masyarakat.

Temuan tersebut dirilis menjelang peringatan Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari. WHO menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan angka kejadian kanker secara global, sekaligus mengurangi beban kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Berdasarkan analisis data yang mencakup 185 negara dan 36 jenis kanker, WHO dan IARC memperkirakan sekitar 37 persen dari seluruh kasus kanker baru pada 2022, atau setara dengan 7,1 juta kasus, berkaitan langsung dengan faktor risiko yang sebenarnya bisa dicegah.

Faktor risiko tersebut meliputi kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, indeks massa tubuh yang tinggi, kurangnya aktivitas fisik, paparan polusi udara, radiasi ultraviolet, hingga sembilan jenis infeksi penyebab kanker yang untuk pertama kalinya dimasukkan dalam analisis global.

Dalam laporan tersebut, tembakau tercatat sebagai penyumbang terbesar kasus kanker yang dapat dicegah. WHO mencatat, kebiasaan merokok bertanggung jawab atas sekitar 15 persen dari seluruh kasus kanker baru di dunia. Posisi berikutnya ditempati infeksi penyebab kanker yang menyumbang sekitar 10 persen kasus, disusul konsumsi alkohol yang berkontribusi sekitar 3 persen.

WHO menilai tingginya angka tersebut menunjukkan peluang besar dalam menurunkan risiko kanker melalui perubahan gaya hidup dan kebijakan kesehatan yang lebih kuat.

Analisis global tersebut juga menemukan bahwa hampir setengah dari seluruh kasus kanker yang dapat dicegah berasal dari tiga jenis kanker utama, yaitu kanker paru-paru, kanker lambung, dan kanker serviks.

Kanker paru-paru diketahui sangat berkaitan dengan kebiasaan merokok dan paparan polusi udara. Sementara itu, kanker lambung banyak dipicu oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori. Adapun kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV).

Ketua Tim Pengendalian Kanker WHO sekaligus penulis studi, Dr. André Ilbawi, mengatakan penelitian ini menjadi analisis global pertama yang menunjukkan besarnya kontribusi faktor risiko yang sebenarnya dapat dicegah terhadap munculnya kanker.

Baca juga: Kasus Kanker di Indonesia Meningkat, Dirut RS Dharmais Ungkap Faktor Penyebabnya

“Analisis ini menunjukkan bahwa banyak kasus kanker berasal dari penyebab yang dapat kita kendalikan. Dengan memahami pola risiko di berbagai negara dan populasi, langkah pencegahan dapat dilakukan lebih efektif,” ujar Ilbawi, dikutip dari laman resmi WHO, Rabu (4/2/2026).

WHO dan IARC juga mencatat adanya perbedaan beban kanker antara pria dan wanita. Secara global, sekitar 45 persen kasus kanker baru pada pria berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dicegah. Sementara pada wanita, angka tersebut berada di kisaran 30 persen.

Pada pria, kebiasaan merokok menjadi faktor penyumbang utama kanker, diikuti infeksi dan konsumsi alkohol. Sedangkan pada wanita, infeksi menempati posisi pertama, kemudian kebiasaan merokok serta indeks massa tubuh yang tinggi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini