Wakil Kepala Unit Pengawasan Kanker IARC, Dr. Isabelle Soerjomataram, menilai pengendalian faktor risiko yang dapat dicegah menjadi salah satu strategi paling efektif untuk menekan angka kejadian kanker di dunia.
“Mengatasi penyebab yang dapat dicegah merupakan peluang besar untuk mengurangi beban kanker global. Pendekatan yang menargetkan perilaku, lingkungan, pekerjaan, dan infeksi akan memberikan dampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
WHO menekankan bahwa upaya pencegahan kanker tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan kebijakan kesehatan lintas sektor. Langkah tersebut mencakup pengendalian konsumsi tembakau dan alkohol, program vaksinasi terhadap infeksi penyebab kanker seperti HPV dan hepatitis B, hingga peningkatan kualitas udara serta perlindungan kesehatan di lingkungan kerja.
Selain mampu menurunkan angka kejadian kanker, strategi pencegahan dinilai dapat menekan biaya pengobatan jangka panjang sekaligus mengurangi beban sosial dan emosional yang harus ditanggung keluarga pasien.
Baca juga: Golkar Dorong Pemerintah Lengkapi Kualifikasi Dokter dan Teknologi Penanganan Kanker
Temuan ini menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kesehatan tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga keputusan sehari-hari yang konsisten. Mulai dari perubahan gaya hidup hingga kebijakan publik, langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini berpotensi menyelamatkan jutaan nyawa di masa mendatang.
Baca tanpa iklan