TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Demam tinggi yang muncul mendadak, disertai gangguan pernapasan hingga penurunan kesadaran, tidak boleh dianggap sepele.
Salah satu penyakit infeksi langka namun berisiko tinggi yang perlu diwaspadai adalah Virus Nipah.
Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di Indonesia, potensi penularannya tetap menjadi perhatian.
Hal ini mengingat sifat virus yang mematikan serta kemampuannya menyebar dari hewan ke manusia.
Virus Nipah dikenal sebagai penyakit zoonosis dengan tingkat kematian yang tinggi dan hingga kini belum tersedia vaksin maupun antivirus spesifik.
Karena itu, deteksi dini dan kewaspadaan menjadi kunci utama mencegah dampak yang lebih luas.
Menurut dr. Timoteus Richard, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam di Bethsaida Hospital Gading Serpong, penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal.
“Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan yang optimal,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Virus Nipah adalah penyakit infeksi akibat virus Nipah (NiV), yakni virus RNA dari kelompok Paramyxovirus. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada 1999 di Malaysia dan Singapura, terutama di peternakan babi.
Sebagai penyakit zoonosis, Virus Nipah dapat menular dari hewan ke manusia. Reservoir alami virus ini adalah kelelawar pemakan buah. Hewan perantara seperti babi dapat mempercepat penyebaran virus ke manusia.
Infeksi Virus Nipah dapat menyerang berbagai organ penting, terutama saluran pernapasan dan sistem saraf, sehingga berisiko menimbulkan gangguan berat hingga kematian.
Apakah Virus Nipah Bisa Menjadi Wabah?
Potensi wabah Virus Nipah tetap ada, terutama karena beberapa faktor berikut: Indonesia memiliki habitat alami kelelawar buah sebagai reservoir virus; belum tersedia vaksin maupun antivirus spesifik; mobilitas dan perjalanan internasional yang tinggi, termasuk ke negara yang pernah melaporkan kasus seperti India dan Bangladesh.
Risiko imported case dari pelaku perjalanan luar negeri.
Baca juga: Waspada Virus Nipah, Pakar UGM Jelaskan Pola Penularan dan Langkah Pencegahan
dr. Timoteus menegaskan bahwa meskipun belum ada kasus di Indonesia, kewaspadaan tetap penting.
"Mobilitas global yang tinggi membuat risiko penyakit lintas negara tidak bisa diabaikan," katanya.
Baca tanpa iklan