News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Hanta Muncul, Perlukah Pembatasan Perjalanan seperti saat Pandemi Covid-19?

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KAPAL MV HONDIUS. Tiga penumpang tewas di kapal pesiar Atlantik akibat dugaan hantavirus, WHO selidiki wabah langka di tengah laut. Tak heran jika muncul kekhawatiran. Apakah perlu dilakukan pengetatan perjalanan seperti saat pandemi COVID-19?

Pengetatan perjalanan tanpa dasar kuat justru berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Bukan hanya pada sektor transportasi, tetapi juga ekonomi secara luas.

“Artinya pembatasan perjalanan tidak proporsional. Dan berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang merugikan tanpa manfaat kesehatan signifikan,"lanjutnya. 

Hal ini menjadi pembeda utama dengan kebijakan saat pandemi, di mana pembatasan dilakukan karena ada manfaat kesehatan yang jelas.

Kapan Harus Waspada Lebih?

Dicky mengingatkan bahwa pembatasan baru relevan jika ada perubahan signifikan pada virus.

Misalnya:

  • Terbukti ada penularan antar manusia
  • Muncul klaster baru di luar lokasi awal


Namun hingga kini, indikasi tersebut belum ditemukan.


Fatal tapi Tidak Mudah Menyebar

Meski tidak mudah menular, virus Hanta tetap berbahaya secara klinis.

Tingkat fatalitasnya bahkan bisa mencapai 40 persen.

Namun karakter penyebarannya yang terbatas membuat risiko global tetap rendah.

Kesimpulannya, masyarakat tidak perlu panik atau membayangkan skenario lockdown.

Yang dibutuhkan adalah pemahaman risiko yang tepat, bukan reaksi berlebihan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini