Metode tersebut, kata dia dinilai dapat membantu sebagian perempuan yang selama ini merasa tidak nyaman atau enggan menjalani pemeriksaan langsung di fasilitas kesehatan.
Namun, tenaga medis tetap mengingatkan pentingnya konsultasi dengan dokter untuk menentukan metode pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu.
Ia berharap kesadaran perempuan terhadap kesehatan reproduksi terus meningkat sehingga berbagai penyakit, termasuk kanker serviks, dapat dideteksi lebih cepat dan ditangani sejak dini.
Direktur Diagnostics Division Roche Indonesia, Lee Poh Seng, mengatakan metode self-collection telah menunjukkan efektivitas tinggi dalam meningkatkan partisipasi perempuan melakukan skrining kanker serviks.
“Studi percontohan yang kami lakukan bersama di Surabaya menunjukkan bahwa 75 persen dari target perempuan berhasil melakukan pemeriksaan mandiri dengan akurasi sampel mencapai hampir 99 persen,” ujarnya.
Baca tanpa iklan