Dia menilai, dalam konteks alam demokrasi, yang menjadi penentu kemenangan Pemilu adalah suara rakyat.
Sehingga, menurut Noel, suara elite yang diakomodasi melalui Dewan Kolonel pasti kalah.
“Karena biar bagaimanapun, kolonel dan kopral, lebih banyak kopral. Nah suara buat pemilu dalam konteks demokrasi, itu ditentukan oleh quantity, nah quantity ini lebih banyak kopral dibanding kolonel kan," kata dia.
Sorotan pengamat soal isu rivalitas Ganjar dan Puan
Baca juga: Ikuti Arahan Ganjar Pronowo Agar Tahan Diri, Relawan: Dewan Kopral Tidak Berubah
Kepala Departemen Sosial Politik Fiskom Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Putri Hergianasari, menanggapi soal sikap Ganjar Pranowo.
Putri menyampaikan, Ganjar sampai saat ini masih menahan diri karena politik balas budi.
“Di partai politik, ternyata patron-client masih kental. Dia berusaha patuh kepada Ketua Umum PDI-P Megawati, meski juga mencoba melihat peluang maju dalam Pilpres 2024," ungkapnya.
GP Mania Tarik Dukungan untuk Ganjar Pranowo, Ganjarist: Kita Malah Berterima Kasih - Tribunnews.com
Kondisi KBM Memprihatinkan, Loyalis Ganjar Pranowo Fasilitasi Belajar Mengajar Untuk Maghrib Mengaji
Dirinya menyarankan agar Ganjar sebaiknya segera menentukan sikap terkait pencalonan dalam Pemilihan Presiden 2024.
“Kalau Ganjar dikatakan 'kemajon', tapi semua orang berhak mencalonkan dan dicalonkan, meski untuk menang butuh strategi dan pilihan yang matang," terangnya.
Namun di lain sisi sikap Ganjar yang terus 'berkampanye' melalui media sosial, dianggap kelebihan oleh Putri.
Hal tersebut dilakukan Ganjar, dengan situasi tak leluasa dalam internal PDIP.
"Ini kan kelebihan Ganjar, dia tahu kalau dideskreditkan di PDI-P, maka terus bermanuver dan getol bermain medsos agar pangsa pemilih yang telah digarapnya, semakin loyal dan hapal dengan dirinya," pungkasnya.
(Tribunnews.com/ Garudea Prabawati/ Chaerul Umam) (Kompas.com/Nicholas Ryan Aditya/Dian Ade Permana)