Selain itu, preferensi politik masyarakat pada Pemilu tahun 2024 memiliki kecenderungan untuk memilih figur militer.
Pasalnya, dalam kurun waktu selama 2 periode dimenangkan oleh figur non militer.
"Ketiga, dari perilaku pemilih di tahun 2024 akan sangat realistis untuk cenderung memilih figur yang berlatar belakang militer karena hal ini cukup dinantikan oleh publik, artinya dari pertimbangan tersebut, Prabowo memenuhi syarat," ujar Herry.
(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Naufal Lanten)
Baca tanpa iklan