News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2024

Hadiri Dies Natalis ke-74 UGM, Ganjar Pranowo Minta Perguruan Tinggi Optimalkan Bonus Demografi

Penulis: Rahmat Fajar Nugraha
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo saat menghadiri Dies Natalis ke-74 Universitas Gadjah Mada.

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rahmat W Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menghadiri Dies Natalis ke-74 Universitas Gadjah Mada, Selasa (19/12/2023) pagi.

Pada kesempatan itu Ganjar turut sampaikan pidato terkait perkembangan dan kemajuan dunia, termasuk dunia pendidikan.

Baca juga: Ganjar Pranowo Jelaskan Makna dari Slogan Cepat dan Unggul 

Ganjar yang merupakan lulusan Fakultas Hukum UGM mengatakan, perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis dalam mentransformasikan bangsa Indonesia.

"Selamat ulang tahun untuk UGM ke-74. Bagaimana kemudian masyarakat Indonesia bertransformasi dan perguruan tinggi menempatkan posisinya dalam dirinya yang sangat strategis," ujar Ganjar di UGM.

Ganjar menambahkan, perguruan tinggi harus mampu menangkap dan menjawab tantangan bonus demografi yang sedang terjadi di Indonesia saat ini.

Menurut Ganjar, perguruan tinggi memiliki peran penting untuk membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa yang bersifat sektoral.

Baca juga: Atikoh Ganjar Sebut Pemberdayaan Perempuan Solusi Kurangi TKI

Pasalnya, lanjut Ganjar, untuk menuju Indonesia Emas 2045 perguruan tinggi bertugas untuk menyiapkan sistem pendidikan yang terbaik agar banyak melahirkan generasi anak bangsa yang unggul dan berkualitas.

"Konteksnya merespons bonus demografi dengan segala kecanggihannya, artinya perguruan tinggi dan lembaga riset memang wajib diberikan penugasan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan sektoral agar cita-cita di 2045 tercapai," kata Ganjar.

Bangsa Indonesia saat ini tengah memasuki era bonus demografi, di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar jumlahnya dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas) dengan proporsi lebih dari 60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Oleh sebab itu, Ganjar meminta agar potensi ini dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh seluruh pihak, khususnya lembaga pendidikan yang memiliki pengaruh penting dalam perkembangan sumber daya manusia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini