TRIBUNNEWS.COM - Dalam debat terakhir calon presiden (capres), capres nomor urut 1 Anies Baswedan bertanya kepada capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengenai mahalnya biaya pendidikan tinggi di Indonesia.
Ganjar lantas memberikan solusinya sebagai upaya untuk mengatasi hal tersebut, yakni ia meminta liberalisasi pendidikan dihentikan.
"Pertama, hentikan liberalisasi pendidikan, berikanlah kepada mahasiswa kita proporsi yang benar," ungkapnya dalam debat capres terakhir, di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, dikutip dari YouTube KPU RI, Minggu (4/2/2024).
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu kemudian menyinggung mengenai program yang diusung oleh Ganjar-Mahfud, yakni 1 keluarga miskin 1 sarjana.
"Kenapa Ganjar-Mahfud punya program 1 keluarga miskin 1 sarjana, agar mereka tak direpotkan pada persoalan ini (biaya kuliah mahal)" jelas Ganjar.
Ganjar pun mengatakan, usaha mahasiswa saat ini agar tetap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, adalah berutang atau pinjaman online (pinjol).
Lalu, ketika Ganjar berdiskusi dengan para mahasiswa di Yogyakarta, ia mengatakan hal tersebut menjadi topik utama dalam diskusi itu.
"Pak Anies tadi betul, ikhtiar para mahasiswa hari ini agar mereka tetap bisa sekolah adalah ngutang dan pinjol ternyata menjadi problem dan saya sepakat," katanya.
"Kami diskusi beberapa waktu lalu dengan para mahasiswa di Jogja, ini menjadi cerita utama," imbuhnya.
Informasi Seputar di Debat
Diketahui, para capres yang berdebat diberikan tambahan waktu selama 2 menit pada segmen keenam atau closing statement.
Komisioner KPU RI August Mellaz mengatakan, hal tersebut diputuskan berdasarkan kesepakatan antara KPU RI, tim paslon, dan stasiun TV penyelenggara.
Baca juga: Anies Singgung Pemberian Bansos Digunakan untuk Kepentingan Elite Saat Debat Capres Terakhir
Namun, ia menegaskan, secara prinsip, waktu dan segmen dari pelaksanaan debat tidak mengalami perubahan, termasuk total durasi penyelenggaraan debat selama 120 menit.
Total durasi tidak bertambah meski ada tambahan waktu selama 2 menit di segmen terakhir untuk masing-masing paslon, karena waktu untuk moderator yang diringkas.
"Kami sudah kelola itu, dan sudah kami atur. Dan kemudian nanti khusus di segmen keenam atau penutup, maka alokasi waktu untuk closing statment dari masing-masing calon presiden akan dipenuhi sebanyak 4 menit masing-masing paslon," kata Mellaz, saat konferensi pers di kantor KPU RI Jakarta Pusat pada Jumat (2/2/2024).
Lokasi
Debat terakhir capres akan kembali dilaksanakan di Jakarta Convention Center (JCC).
"Jadi beberapa informasi yang bisa saya update, yang pertama, debat ke-5 akan diselenggarakan pada hari minggu, 4 Februari 2024, bertempat di JCC," kata Mellaz usai rapat koordinasi dengan penyelenggara pemilu di Kantor KPU RI, Rabu (31/1/2024).
Baca juga: CEK FAKTA Puluhan Ribu Tenaga Honorer Belum Diangkat PPPK Ungkap Anies di Debat Capres
Sebagai informasi, dalam rangkaian debat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, JCC sudah digunakan sebanyak dua kali, yakni pada saat debat edisi kedua khusus calon wakil presiden (cawapres) dan debat edisi keempat khusus capres.
Stasiun TV Penyelenggara Debat
- TV One
- ANTV
- Net TV
"Debat akan diselenggarakan, selain (secara luring) pada tanggal 4 Februari 2024 mendatang, juga secara on air akan diselenggarakan pada pukul 19.00 WIB," kata Mellaz.
Rincian Segmen Debat
Bila mengacu pada debat capres dan cawapres sebelumnya, debat terbagi dalam enam segmen.
Pada segmen pertama, para capres-cawapres akan memaparkan visi-misinya, sebagai berikut rinciannya:
- Segmen 1
Pembukaan, pembacaan tata tertib, penyampaian visi-misi dan program kerja.
- Segmen 2 dan 3
Pendalaman visi-misi dan program kerja, QnA, serta akan ada interaksi di antara paslon.
- Segmen 4 dan 5
Tanya jawab dan tanggapan dengan adanya proses interaksi, tanggapan, lontaran pertanyaan antar-paslon.
- Segmen 6
Pernyataan penutup.
Daftar 12 Panelis
Berikut daftar 12 orang panelis yang sudah dikonfirmasi dan menyatakan kesediaannya untuk terlibat menyusun pertanyaan debat:
1. Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Prof Dr Aminuddin Syam, SKM, M. Kes, M. Med. Ed.
2. Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D.
3. Anggota Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (BAN PDM) Bahruddin.
4. Pendiri PIKAT Demokrasi dan penasihat Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFE Net) Damar Juniarto S.Sos.
5. Guru Besar Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Prof Emiritus PM Laksono Ph.D.
6. Sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo
7. Ahli Teknologi Informasi/Wakil Rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan Onno Widodo Purbo Ph.D.
8. Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Dra. Reni Kusumowardhani M.Psi.
9. Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar, S.Si., S.H., M.M.
10. Penasihat Hak Disabilitas pada General Election Network for Disability Access (AGENDA) dan aktivis disabilitas Tolhas Damanik, M.Ed.
11. Dosen Pascasarjana Program Penyuluhan Pembangunan Universitas Sebelas Maret Surakarta Drs. Tukiman Tarunasayoga MS, Ph.D.
12. Guru Besar di bidang PAUD dan Gender Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Vina Adriany, M.Ed, Ph.D.
Selain itu, KPU RI bersama tim pasangan calon dan televisi penyelenggara juga telah telah menunjuk dua moderator yang bakal memandu jalannya debat.
"Nah kemudian kami sudah tetapkan untuk moderator debat ke lima nanti mendatang di tanggal 4 Februari itu Andromeda Mercury dan Dwi Anggia dari TVone ," terang Mellaz.
(Tribunnews.com/Rifqah)