Sementara, elektabilitas calon gubernur SPK meningkat dari 13,2 persen menjadi 19,2 persen.
“Jika VBL secara terbuka mendukung Simon (SPK), elektabilitas Simin naik dari 13,2 persen jadi 19,2 persen,” demikian keterangan yang tertulis dalam hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting.
Dalam melakukan survei calon gubernur NTT pada Pilkada 2024 ini, Saiful Mujani Research and Consulting menggunakan empat metodologi.
Pertama populasi survei berdasarkan masyarakat NTT berusia 17 tahun ke atas yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga RT. Kedua, jumlah sampel yang diambil sebanyak 810 orang dengan metode multistage random sampling dengan jumlah proporsional.
Ketiga, responden terpilih diwawancari secara tatap muka, dan keempat quality control terhadap wawancara yang dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel.
Sebelumnya, Brigjen TNI Simon Petrus Kamlasi terus melakukan sosialisasi, salah satunya dengan menyambangi masyarakat NTT yang tinggal di Semarang, Jawa Tengah pada Minggu, 28 Juli 2024.
Dalam kunjungan ke Semarang, jenderal bintang satu ini mengajak keluarga besarnya dan masyarakat NTT di perantauan untuk mendukung niatannya maju sebagai bakal calon gubernur pada Pilkada 2024.
Brigjen TNI Simon Petrus Kamlasi menuturkan, kunjungannya ke Semarang ini tidak lain untuk sosialisasi dan meminta restu dari masyarakat NTT yang tinggal di ibukota Jawa Tengah itu.
"Saya ke sini untuk sosialisasi, artinya saya minta restu bahwa saya akan ikut dalam kontestasi pemilihan Gubernur NTT," ujar jenderal yang akrab di sapa SPK ini di sela-sela acara Dialog bersama warga NTT di Kafe Seven, Semarang.
SPK, merupakan putra kelahiran Kota Soe, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 14 April 1975.
Ia menempuh pendidikan SD dan SMP di kampung halamannya Kota Soe, Timor Tengah Selatan, NTT.
Lulus SMP Simon bergabung ke SMA Taruna Nusantara Magelang sekaligus menjadi angkatan pertama.
Lulus dari SMA, Simon kemudian melanjutkan pendidikan militernya di Akademi Militer (AKMIL) Magelang dan lulus pada tahun 1996.
Saat ini, SPK menjabat sebagai Perwira Staf Ahli (Pa Sahli) Tingkat II KSAD Bidang Lingkungan Hidup.