Namun, bukan bisnis kain sari dan pakaian asal India yang dilakoni Rita. Rita justru harus berurusan dengan polisi karena diduga terlibat jaringan narkoba.
Rita ditangkap kepolisian Malaysia 10 Juli 2013, di Penang setelah mengambil koper yang dibawanya dari New Delhi di bagasi. 30 Mei 2016 Rita divonis hukuman gantung oleh pengadilan Penang.
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi NasDem Prananda Surya Paloh berharap Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri membongkar kasus Rita.
Langkah ini akan menyakinkan Malaysia untuk membebaskan Rita dari hukuman mati.
"Untuk meyakinkan otoritas hukum Malaysia, BNN dan Polri harus mengungkapkan jaringan obat bius yang seringkali menggunakan human carrier dari barang dengan berbagai modus yang tidak diketahui korbannya sendiri, bahwa mereka membawa barang berbahaya," urainya.
Ia menjelaskan, langkah itu sekaligus sebagai pencegahan korban sindikat narkoba selanjutnya.
Tidak jauh berbeda, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mendesak pemerintah serius mempersiapkan langkah-langkah membebaskan Rita.
"Memang aturan yang ada di Malaysia, kita pahami. Namun yang harus kita pastikan adalah perlindungannya untuk pendampingan hukum. Karena Rita ini disinyalir korban," tegas Politisi Golkar ini. (tribunnews/mal/fer/nic)