News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banyak Tokoh Nasional yang Bakal Gabung di Partai Baru Bentukan Amien Rais

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rakernas V PAN yang digelar di Hotel Milennium, Tanah Abang, Jakarta pada Sabtu (7/12/2019), sempat ricuh. Amien Rais ajak kader istighfar tiga kali.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Loyalis Amien Rais, yakni Agung Mozin mengungkapkan banyak tokoh nasional yang akan gabung dengan partai politik baru bentukan Amien Rais.

Agung juga menyebut ada beberapa organisasi masyarakat (ormas) yang akan masuk dalam barisan partai baru itu.

Namun, dirinya enggan untuk menyebutkan tokoh nasional dan ormas tersebut.

"Banyak tokoh nasional yang akan gabung bahkan ada beberapa ormas juga akan masuk. Cuma kami belum mau menyebutkan nama mereka," kata Agung saat dihubungi Tribunnews, Jumat (8/5/2020).

Agung juga memastikan putra sulung Amien Rais yakni Hanafi Rais bakal segera bergabung dengan para loyalis ayahnya.

"Hanafi Rais akan gabung dengan partai baru yang sudah lama kita persiapkan," katanya.

Terkait nama partai, Agung mengungkapkan ada beberapa nama yang diusulkan.

Satu di antara beberapa nama yang diusulkan adalah Partai Amanat Reformasi.

"Ada beberapa nama diusulkan, salah satu Partai Amanat Reformasi," ungkapnya.

Amien Rais Perlu Lirik Akar Rumput Muhammadiyah 

Pengamat politik dari Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menilai PAN Reformasi dapat bersaing dengan partai-partai lain jika Amien Rais dapat menarik suara di basis Muhammadiyah.

"Jika Amien Rais bisa mengambil massa grass root dari Muhammdiyah, maka tentu akan menggerus suara PAN," ujar Ujang kepada Tribun, Jakarta, Kamis (7/4/2020).

Baca: Jika Amien Rais Buat Partai Baru, Pengamat Sebut Suara PAN Otomatis Tergerus 

"Jadi rumusnya ambil basis massa PAN, yaitu basis massa Muhammadiyah, maka partai besutan Amien Rais atau PAN Reformasi akan bisa bersaing dengan partai-partai lain," sambung Ujang.

Pembentukan partai baru besutan Amien Rais atau disebut PAN Reformasi hanya tinggal menunggu waktu saja diwujudkan, setelah adanya konflik internal kubu Amien Rais dan Zulkufli Hasan.

"PAN Reformasi atau apapun namanya, hanya soal waktu akan didirikan oleh kubu Amien Rais. Sedikit atau banyak, besar atau kecil akan berdampak pada elektabilitas PAN di 2024," tuturnya.

Ujang pun menilai, pembentukan partai baru bisa dengan mudah diwujudkan karena loyalis dari Amien Rais di partai berlambang mahatari putih, masih sangat banyak.

"Loyalis Amien Rais di PAN masih banyak dan Amien Rais juga masih dihormati oleh warga Muhammadiyah," ucap Ujang.

Mundurnya, Hanafi Rais dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan sebagai anggota DPR dinilai menjadi penyemangat loyalis Amien Rais membentuk PAN Reformasi.

Politikus senior PAN Putra Jaya Husin mengatakan, mundurnya Hanafi mempengaruhi kader-kader yang kecewa dengan PAN saat ini untuk mempercepat pembentukan partai baru atau PAN reformasi.

"Jadi jangan dibalik, bukan Hanafi itu bersikap karena ingin membuat partai baru. Sikap Hanafi inilah yang mendorong keras kami berpikir untuk mendirikan partai baru," ujar Putra saat dihubungi, Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Baca: Video Perseteruan Bupati Lumajang dengan Bupati Boltim Viral di Media Sosial, Ini Penyebabnya

Putra melihat, PAN saat ini sudah jauh berbeda dari sebelumnya, di mana tujuan didirikan partai ini oleh Amien Rais dan lainnya untuk memperjuangkan kepentintan rakyat dan bangsa, bukan kepentingan sekelompok orang.

"Kalau partai sudah tidak bisa lagi untuk tempat kita memperjuangkan kepentingan rakyat, ya kita membutuhkan kendaraan baru," ujar Putra.

Amien Rais Bikin Partai Baru, Diprediksi Suara PAN Anjlok

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai PAN berpotensi ditinggalkan pemilihnya jika Amien Rais membentuk partai baru.

Apalagi, faktor Amien Rais sebagai pendiri PAN dan mantan Ketua Umum Muhammadiyah akan membuat pendukung beralih.

Baca: Jika Amien Rais Buat Partai Baru, Pengamat Sebut Suara PAN Otomatis Tergerus 

"Sedikit banyak potensial menggerus PAN," kata Adi saat dihubungi Tribunnews, Kamis (7/5/2020).

Diketahui, putra sulung Amien Rais yakni Hanafi Rais telah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP PAN.

Hal itu diyakini akan memperkuat sinyal Amien Rais bersama para loyalis akan membentuk partai pecahan dari PAN.

Baca: Potret Terbaru Elly Sugigi Dipuji Makin Cantik oleh Netter, Masih Ucapkan Ultah untuk Mantan Pacar

Kendati demikian, menurut Adi, Zulkifli Hasan (Ketua Umum PAN) tidak perlu khawatir.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai masih ada tokoh sentral lainnya di barisan partai berlambang matahari terbit itu.

"Tapi PAN bisa cepat recovery karena dua matahari kembar yakni mantan ketum PAN Hatta Radjasa dan Sutrisno Bachir comeback," ujar Adi.

Waketum PAN Tak Yakin Rencana Amien Rais

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PAN Viva Yoga Mauladi meragukan jika nantinya Amien Rais membentuk partai baru.

Viva menilai kecintaan Amien Rais kepada PAN sangat besar lantaran sosok mantan Ketua Umum Muhammadiyah itu merupakan pendiri partai.

"Saya pribadi meragukan jika Pak Amien akan mendirikan partai politik baru, mengingat besarnya cinta Pak Amien kepada PAN. Bahkan di beberapa hasil lembaga survei menyatakan bahwa terjadi hubungan tak terpisah antara PAN dan Amien Rais," kata Viva kepada wartawan, Kamis (7/5/2020).

Viva mengatakan setiap warga negara Indonesia dijamin oleh konstitusi atas hak politik dan hak untuk kebebasan dalam mengemukakan pendapat dan berkumpul.

Menurutnya, apabila Amien Rais berencana membentuk partai politik baru, itu adalah hak politik Amien yang dijamin UU.

"Jika nantinya terwujud partai politik baru yang didirikan Pak Amien, maka dapat dikatakan Pak Amien Rais meninggalkan PAN, partai yang beliau dirikan," ucapnya.

Sebelumnya, politikus senior PAN Putrajaya Husein mengatakan tokoh senior PAN Amien Rais sangat serius mendirikan partai baru bahkan saat ini prosesnya sudah 70 persen.

Menurutnya, mundurnya Hanafi Rais dari PAN turut mempengaruhi kader-kader yang kecewa dengan PAN saat ini untuk mempercepat pembentukan partai baru atau PAN reformasi.

"Ya 70 persen (proses pembentukan parpol baru), namun kemunduran Hanafi ini mempengaruhi percepatan pembentukan partai baru. Jadi jangan dibalik, bukan Hanafi itu bersikap karena ingin membuat partai baru. Sikap Hanafi inilah yang mendorong keras kami berpikir untuk mendirikan partai baru," ujar Putra.

Putra menilai, sikap mundurnya Hanafi dari PAN dan DPR, pasti ada sesuatu yang tidak bisa diterimanya atau terjadi masalah besar di partai yang kini dipimpin Zulkifli Hasan.

"Kalau hanya masalah kecil, mana mungkin Hanafi keluar dari DPR. Artinya, ada yang sangat prinsip yang membuat dia melepaskan semua jabatannya itu," ucap Putra.

Putra melihat, PAN saat ini sudah jauh berbeda dari sebelumnya, di mana tujuan didirikan partai ini oleh Amien Rais dan lainnya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan bangsa, bukan kepentingan sekelompok orang.

"Kalau partai sudah tidak bisa lagi untuk tempat kita memperjuangkan kepentingan rakyat, ya kita membutuhkan kendaraan baru," ujar Putra.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini