Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI Oktaria Saputra serukan agar melakukan boikot produk-produk yang pro terhadap Israel yang hari ini perusahaannya beroperasi di Indonesia.
Dari berbagai sumber mencatat, terdapat 112 perusahaan yang mendukung Israel dalam konflik di wilayah Palestina.
Perusahan-perusahan itu berasal dari Amerika Serikat, Inggris dan negara pro Israel lainnya, yang memang memiliki banyak brand produk. Produk-produk kepunyaan pihak-pihak pro Israel itulah yang turut mengisi pasar domestik Indonesia.
"Boikot produk pro Israel yang dilakukan adalah bentuk solidaritas elemen yang terlibat, yang memiliki rasa empati tinggi terhadap situasi mencekam yang terjadi di Palestina, terutama di Jalur Gaza," ujar Oktaria saat dihubungi, Minggu (5/11/2023).
Di Indonesia saat ini, gerakan boikot produk pro Israel dilakukan oleh organisasi keagamaan, yakni MUI, Muhammadiyah dan lain-lain. Semisal pihak MUI menyatakan bahwa gerakan boikot produk lahir karena adanya rasa kecewa mendalam terhadap tindakan yang dilakukan Israel.
Bahkan setiap terjadi penyerangan dari Israel ke Palestina sebelum-sebelumnya, reaksi boikot produk selalu dilakukan, namun tampak tidak bisa mempengaruhi kondisi yang ada di sana.
"Rasanya pemerintah mustahil menghentikan operasi perusahan-perusahaan tersebut di Indonesia, karena akan berdampak pada terciptanya pengangguran dan kemiskinan, sehingga perekonomian dan keamanan menjadi tidak stabil. Dari aspek branding, rasanya konsumen sulit beralih dari produk kesukaan mereka, dan fakta di lapangan cenderung terjadi seperti itu.
Baca juga: Hanya Anies Baswedan Bacapres Hadiri Aksi Bela Palestina, Ketua MUI: Semua Kami Undang secara Umum
Menurutnya, boikot produk bisa memberikan dampak yang signifikan apabila mampu mempengaruhi pemerintah, dan mengubah mindset konsumen untuk meninggalkan produk kesayangan demi kemanusiaan.
"Kemudian karyawan yang bekerja pada perusahaan-perusahaan itu harus rela meninggalkan profesi yang telah mereka geluti. Itulah kemungkinan yang terjadi apabila setiap pihak yang disebutkan di atas mau melakukan apa saja yang merupakan strategi jitu melemahkan Israel dari strategi boikot produk
"Sebagai respon terhadap krisis kemanusiaan Israel dan antek-anteknya, gerakan boikot produk harus terus dilakukan. Selain menjadi bagian dari protes terhadap Israel, harapan besar kita, gerakan boikot produk juga turut memberikan pengaruh terhadap pandangan pihak-pihak besar yang terlibat di jalur diplomasi untuk membicarakan resolusi konflik yang terjadi," sambungnya.