Eks Direktur Keuangan PT Timah Tbk, Emil Ermindra sebelumnya disebut membekingi Direktur Salsabila Utama Tetian Wahyudi dalam kasus korupsi pengelolaan bijih timah yang merugikan negara mencapai Rp 300 triliun.
Adapun hal itu diungkapkan mantan Evaluator Devisa P2P PT Timah Tbk, Apit Rinaldi Susanto saat hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Mulanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendalami pengetahuan Apit perihal CV Salsabila Utama.
Kala itu Apit mengatakan CV Salsabila merupakan mitra dan mendapat surat perintah kerja (SPK) pengangkutan bijih timah dari perusahaanya.
"Yang saya ketahui CV Salsabila itu badan usaha kita badan usaha mitra yang bekerja sama dan memiliki SPK pengangkutan pak, tapi bukan ke smelter," kata Apit.
"Ke mana?" tanya Jaksa.
"Bijihnya yang dikirim ke gudang kita, jadi untuk dilebur ke gudang PT Timah," jelas Apit.
Kemudian Jaksa pun kembali mengulik Apit soal siapa sosok daripada Direktur CV Salsabila Utama tersebut.
Lalu Apit mengatakan, berdasarkan keterangan mantan Pengawas Produksi PT Timah bernama Edi Suryadi bahwa Direktur CV Salsabila Utama yakni Tetian Wahyudi.
Jaksa yang penasaran kemudian kembali mendalami apa saja hal yang disampaikan Edi kepada Apit saat itu.
Pertama Apit menjelaskan, bahwa pada saat momen rapat bulanan, ia sempat berbincang dengan Edi soal adanya temuan angka produksi dari SPK Pengangkutan yang cukup tinggi dibanding wilayah lain.
"Saya bilang suplainya dari SPK pengangkutan mana pak? Ada dua ya pak, Salsabila sama Sabang Jaya Abadi kalau gak salah," ucap Apit.
Setelah itu Jaksa kembali mengulik Apit soal pengetahunya tentang Tetian Wahyudi yang saat itu disebutnya sebagai Dirut CV Salsabila.
"Apakah saudara mengetahui atau mendapat info dari Edi Suryadi latar belakang Tetian tersebut? Apakah memang dia disampaikan sebagai penambang juga?," tanya Jaksa.