Tank Abrams dan Leopard yang silih berganti menembakkan meriamnya, terdengar bagai halilintar dalam badai yang mencekam.
Hujan peluru berhenti, namun badai roket belum usai.
Bau mesiu menyengat hidung.
Sniper-sniper TNI yang rampung memainkan perannya tampak membersihkan mesiu yang terlihat seperti jelaga melekat di lengannya.
Beberapa saat selanjutnya, giliran deru dua pesawat jet tempur F-16 TNI melintas di atas langit area latihan pertempuran.
Keduanya lalu menembakkan roket secara bergantian ke sasaran tepat saa mereka melintas di depan menara tinjau.
Baca juga: Mabes TNI Angkat Bicara, Bantah Tudingan Oknum Kolonel Jadi Beking Pengusaha Surabaya Ivan Sugianto
Berselang beberapa menit setelahnya, deru mesin dua helikopter serbu Apache TNI mulai terdengar.
Peluru-peluru kaliber besar dan roket yang helikopter itu lontarkan kemudian, terdengar bak halilintar di siang bolong.
Menyusul kemudian suara mesin dua helikopter Tigers militer Australia bergemuruh melintas.
Sambil melintas, keduanya secara bergantian menembakkan senjatanya yang terdengar bak gemuruh halilintar.
Usai latihan, Komandan Pasukan Pendarat Australian Defence Force (Commander Landing Forces ADF) Colonel Judd Finger mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari latihan Combined Arm Live Fire Exercise (Calfex) antara ADF dengan TNI.
Ia mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan demonstrasi interopabilitas yang sangat baik antara kedua pasukan.
"Kegiatan ini adalah yang paling rumit yang kita gelar, dan bila kita bisa menggelarnya secara baik, maka kita kita bisa yakin integrasi di tingkat prajurit dan perwira. Apa yang anda lihat adalah Main Battle Tanks, serbuan udara, infanteri, kolaborasi latihan perang yang berkelas dunia," ujar Judd.
"Saya sangat bangga dengan prajurit TNI dan Australia yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini. Dan apa yang kalian lihat hari ini adalah hasil dari perencanaan selama 18 bulan. Terima kasih untuk Indonesia," sambungnya.