Mahkamah juga mengingatkan perlunya penjelasan lebih lanjut mengenai frasa “alasan yang sah” agar tidak menimbulkan ketidakpastian, dengan tetap menjaga keseimbangan antara hak pencipta dan hak publik untuk menikmati karya cipta.
Ariel Noah dkk Tuntut Kepastian Royalti
Ariel Noah bersama 28 musisi mengajukan uji materi terhadap lima pasal UU Hak Cipta karena dinilai multitafsir dan tidak memberikan kepastian hukum, terutama terkait parameter nominal royalti yang wajar.
Ariel menegaskan, gugatan ini bukan soal menang atau kalah, melainkan agar ada kepastian hukum dalam penerapan UU Hak Cipta sehingga musisi tidak lagi dirugikan oleh aturan yang abu‑abu.
Mekanisme Royalti
Berdasarkan informasi dari Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), tarif royalti konser musik dengan penjualan tiket dihitung dari hasil kotor penjualan tiket dikali 2 persen, ditambah tiket gratis dikali 1 persen. Untuk konser gratis, royalti dihitung dari biaya produksi musik dikali 2 persen.
Untuk usaha komersial lain seperti restoran, kafe, dan pusat pelayanan, tarifnya dirinci per kursi/tahun atau per m⊃2;/tahun dan dipublikasikan oleh LMKN sebagai pedoman hitung. Namun, keputusan tarif ini masih mengacu pada aturan tahun 2016, bukan bagian dari Peraturan Menteri Hukum Nomor 27 Tahun 2025.
Permenkum 27/2025 mengatur tata cara pelaksanaan penarikan, penghimpunan, dan distribusi royalti lagu/musik oleh LMKN sebagai lembaga utama, dengan LMK sebagai mitra di bawah LMKN.
Kebingungan Pelaku Usaha soal Aturan Royalti
Komisi XIII DPR bersama LMK dan musisi sebelumnya membahas polemik royalti. Pelaku usaha seperti restoran, kafe, dan penyelenggara konser mengaku aturan yang berlaku masih tumpang tindih dan membingungkan.
Mereka menunggu kejelasan regulasi baru agar tidak terbebani secara tidak proporsional, sekaligus tetap menghormati hak cipta musisi.
Putusan MK ini menjadi tonggak penting bagi ekosistem musik Indonesia: royalti lagu tak boleh lagi abu-abu, harus jelas dan terukur, demi keadilan bagi pencipta sekaligus kepastian bagi pengguna karya.
Baca tanpa iklan