Inovasi ini menjadikan LEGO tahan lama, fleksibel, dan mampu membangun struktur kompleks.
Menariknya, LEGO bukan sekadar satu produk, melainkan sebuah sistem bermain.
Godtfred mematenkan konsep penggunaan banyak keping secara bersamaan, sehingga melindungi ide LEGO dari peniruan dan memastikan konsistensi kualitas.
Perusahaan LEGO sendiri telah berdiri sejak 1932, awalnya memproduksi mainan kayu.
Nama LEGO diambil dari frasa Denmark “Leg Godt” yang berarti “bermain dengan baik”. Filosofi ini masih terasa hingga kini.
Keputusan berani LEGO membeli mesin cetak injeksi plastik di era awal menjadikannya pelopor mainan plastik modern.
Dalam waktu kurang dari dua dekade, LEGO berkembang menjadi merek global yang produknya tersebar di puluhan negara.
Hingga kini, LEGO tak hanya dikenal sebagai mainan, tetapi juga sebagai sarana edukasi, seni, dan rekayasa.
2. Data Privacy Day (Hari Privasi Data)
Di era digital, data pribadi adalah aset berharga.
Nama, alamat, nomor telepon, hingga kebiasaan daring dapat menjadi sasaran penyalahgunaan jika tidak dijaga dengan baik. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi peringatan Data Privacy Day setiap 28 Januari.
Peringatan ini bermula dari keputusan Dewan Eropa pada 2006 yang mengacu pada Konvensi 108, sebuah perjanjian internasional pertama yang membahas perlindungan data pribadi.
Setahun kemudian, pada 2007, Hari Perlindungan Data mulai dirayakan secara luas di Eropa, dikutip dari National Today.
Gaungnya semakin kuat ketika Amerika Serikat secara resmi menetapkan Hari Privasi Data Nasional pada 2009.
Sejak saat itu, peringatan ini diakui secara global dan didukung oleh berbagai lembaga pemerintah, organisasi pendidikan, hingga perusahaan teknologi.
Tujuan utama hari ini adalah mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan data mereka sendiri mulai dari penggunaan kata sandi yang kuat, kehati-hatian terhadap phishing, hingga memahami kebijakan privasi platform digital.
Baca tanpa iklan