News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tanggal 28 Januari 2026 Memperingati Hari Apa? Ada 4 Peringatan Penting

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERINGATAN 28 JANUARI 2026 - Tangkapan layar laman aceh.kemenag.go.id pada Selasa (27/1/2026). Tanggal 28 Januari 2026 tidak hanya menandai satu hari dalam kalender, tetapi juga memiliki peringatan penting.

Perubahan iklim bukan isu baru. 

Sejak akhir abad ke-19, para ilmuwan telah memperingatkan dampak peningkatan karbon dioksida terhadap suhu bumi.

Salah satu tokoh awalnya adalah Svante Arrhenius, yang pada 1896 memprediksi hubungan antara CO₂ dan pemanasan global, dikutip dari https://ecohireltd.co.uk/.

Temuan ini diperkuat oleh ilmuwan lain seperti Guy Callendar pada 1938, yang mengaitkan emisi karbon dari aktivitas manusia dengan kenaikan suhu bumi. 

Bahkan jauh sebelumnya, Joseph Fourier telah mengungkap konsep efek rumah kaca sebagai “selimut” alami yang menjaga suhu bumi.

Seiring waktu, dampak pemanasan global semakin nyata: permukaan laut naik, kekeringan meluas, kebakaran hutan meningkat, dan krisis air bersih makin terasa. 

Dunia internasional pun mulai bergerak, salah satunya melalui Protokol Kyoto (1997) dan Perjanjian Paris (2015).

Perjanjian Paris menjadi tonggak penting karena mengikat hampir seluruh negara di dunia untuk menekan laju emisi gas rumah kaca dan menargetkan kondisi netral iklim pada pertengahan abad ini.

Hari Internasional Pengurangan Emisi CO₂ hadir sebagai ajakan kolektif agar setiap orang berkontribusi sekecil apa pun dalam menjaga bumi, mulai dari menghemat energi, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, hingga memilih gaya hidup ramah lingkungan.

4. Pop Art Day

Seni tidak selalu hadir di galeri mewah. 

Ia hidup di poster iklan, komik, televisi, hingga wajah selebritas yang menghiasi media massa. 

Inilah semangat Pop Art, sebuah gerakan seni yang merayakan budaya populer dan kehidupan sehari-hari.

Pop Art muncul pada pertengahan abad ke-20 di Inggris dan Amerika Serikat sebagai respons terhadap seni tradisional yang dianggap terlalu jauh dari realitas masyarakat. 

Para seniman muda kala itu ingin menghadirkan seni yang lebih dekat, lebih berani, dan lebih relevan.

Ciri khas Pop Art terlihat jelas: warna-warna cerah, garis tegas, tipografi besar, serta tema yang diambil dari iklan, komik, dan media massa. 

Karya-karya ini menantang batas antara seni “tinggi” dan budaya populer.

Meski tergolong modern, Pop Art tetap menjadi bagian dari evolusi panjang seni manusia, yang telah dimulai sejak lukisan gua prasejarah ribuan tahun lalu, melewati era Renaisans, hingga akhirnya tiba pada seni kontemporer.

(Tribunnews.com/Farra)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini