"Keunggulan program DMT UMN terletak pada pendekatan interdisipliner yang menggabungkan manajemen strategis, teknologi digital, serta prinsip keberlanjutan secara terpadu," katanya.
Friska menambahkan, program ini juga menjadi langkah strategis UMN untuk meningkatkan reputasi dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional melalui kolaborasi riset dan pengakuan akademik global.
"Harapannya program DMT dapat menjadi motor penggerak inovasi dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui riset yang berdampak positif bagi masyarakat," tambahnya.
Kualitas Program DMT
Dekan Fakultas Bisnis UMN, Dr. Prio Utomo, menjelaskan bahwa proses pembelajaran di Program DMT tidak hanya berfokus pada perkuliahan dan disertasi tetapi juga pendampingan riset sejak tahap perumusan masalah.
"Nantinya program ini akan banyak mendorong dialog antar mahasiswa, dosen, dan juga praktisi. Riset mahasiswa akan berangkat dari permasalahan di dunia usaha, perusahaan, maupun masyarakat, sehingga hasilnya benar-benar relevan dan berdampak," jelas Prio.
Secara kurikulum, Program DMT menekankan pada ketajaman perumusan masalah, orisinalitas, relevansi serta kemampuan mengelola riset dalam konteks manajemen teknologi, transformasi digital, dan prinsip ESG.
"Kami ingin menghasilkan lulusan doktor yang matang dalam cara berpikir dan bersikap terhadap ilmunya. Tak hanya mampu menulis dan mempublikasi riset, tetapi juga mampu menjelaskan, mempertahankan, serta mengimplementasikan hasil riset untuk kebijakan, model bisnis, maupun inovasi baru," ujarnya.
Ke depan, UMN berharap Program DMT dikenal bukan hanya karena namanya tetapi karena kualitas, cara berpikir, serta metode penelitian yang kuat, sekaligus melahirkan riset-riset yang mendukung visi Indonesia Maju 2045.
Baca tanpa iklan