News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

IHSG Sempat Menguat Dua Hari, SBY Harap Pemerintahan Prabowo Lakukan Langkah Stabilisasi Ekonomi

Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

STABILISASI EKONOMI - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berbicara terkait konflik Iran, AS, dan Israel di kanal YouTube pribadinya, Selasa (3/3/2026). Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan harapannya kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, di tengah kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan harapannya kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, di tengah kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

SBY menyebut dua hari terakhir tepatnya pada 9-10 Juni 2026 kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai rupiah sempat menguat secara signifikan.

Pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026 kemarin, IHSG ditutup menguat 2,71 persen ke level 5.902,38 yang melanjutkan penguatan sehari sebelumnya dengan kenaikan IHSG mencapai 7,57 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah kemarin sempat mengalami penguatan ke level Rp 17.942.

Menurut SBY kondisi ini merupakan awal dan pertanda baik untuk Indonesia. SBY juga menyinggung kembali soal keyakinannya bahwa Presiden Prabowo memiliki sumber daya untuk mengatasi tekanan ekonomi yang tengah dirasakan Indonesia saat ini.

Tak hanya itu, SBY juga menilai masih ada opsi dan solusi dari otoritas moneter dan fiskal.

"Alhamdulillah, ada 'good news' untuk kita semua. Dua hari ini, 9-10 Juni 2026, Rupiah dan IHSG menguat secara signifikan. Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik. 'A good beginning.'"

"Kabar baik ini membuktikan apa yang saya sampaikan bulan Mei 2026 yang lalu tidak keliru. Pemerintah, tentunya pemimpin kita Presiden Prabowo Subianto, masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi untuk mengatasi tekanan ekonomi yang kita rasakan saat ini. Masih tersedia opsi dan solusi dari otoritas moneter dan fiskal kita," kata SBY dalam cuitannya di akun media sosial X (dulu Twitter) pribadinya @SBYudhoyono pada Rabu (10/6/2026).

SBY menilai dalam dua hari kemarin, pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan rupiah dan IHSG secara sistematis.

Baca juga: Ekonom: Era SBY Rp300 T untuk Subsidi BBM, Jokowi untuk Infrastruktur, Masa Prabowo Hanya untuk MBG

Untuk itu menurut SBY, kebijakan BI harus bersinergi dengan pemerintah agar bisa memberikan dampak yang positif.

"Pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan Rupiah dan IHSG yang terjadi secara sistematis (berturut-turut) dalam jumlah yang besar. Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG."

"Kalau tidak, pelemahan saham dan mata uang kita bisa 'unstoppable'. Pasalnya, sudah menjadi satu antara faktor 'real economy', utamanya situasi fiskal dan APBN kita termasuk beban utang yang melilit, dengan faktor psikologis dan persepsi pasar yang tidak positif," jelas SBY.

Baca juga: Rupiah Tertekan dan IHSG Anjlok, PKS Serukan Gotong Royong Kawal Ekonomi Pemerintahan Prabowo

Dorong Dilakukannya Stabilisasi Ekonomi

Presiden Prabowo ketiga berada di Istana Akasaka Tokyo Jepang Richard Susilo (Tribunnews.com/Richard Susilo)

 SBY berharap agar pemerintahan Prabowo bisa terus melakukan langkah stabilisasi ekonomi.

Di antaranya dengan terus menyehatkan APBN, membatasi utang, mencegah kenaikan barang dan jasa, hingga memulihkan kepercayaan investor.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini