Saat berbuka puasa, disarankan menghindari makan berlebihan sekaligus dan kebiasaan berbuka hanya dengan gorengan dan minuman manis.
Strategi makan bertahap lebih efektif, diawali dengan air putih dan buah atau kurma secukupnya, kemudian dilanjutkan dengan makanan utama yang seimbang.
Sementara saat sahur, makan perlahan dan penuh kesadaran membantu tubuh mengenali sinyal kenyang dengan lebih baik.
"Lapar ringan saat puasa itu normal. Yang perlu diwaspadai adalah jika tubuh terasa sangat lemas dan tidak bertenaga. Dengan pengaturan pola makan yang tepat, Ramadan dapat menjadi momentum memperbaiki gaya hidup, menjaga kesehatan, sekaligus meningkatkan kualitas ibadah secara berkelanjutan," pungkas Resa.
Ia menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga latihan kecerdasan tubuh dan jiwa dalam mengelola makanan, minuman, dan gaya hidup sepanjang Ramadan.
Dengan mengatur konsumsi dengan bijak, kita tidak hanya merawat kesehatan, tetapi juga memuliakan ibadah.
(Tribunnews.com/Latifah)
Baca tanpa iklan