TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Peringatan 9 tahun semburan lumpur Lapindo masih satu minggu lagi.
Namun, ratusan warga korban lumpur mulai menggelar rangkaian peringatan untuk mengenang desa mereka yang ditelan lumpur panas hasil pengeboran PT Minarak Lapindo Berantas, Minggu (24/5).
Aksi diawali dengan tabur bunga di dekat titik semburan utama. Sembilan warga kemudian masuk ke lumpur cair tak jauh dari pusat semburan.
Meski berbahaya, sembilan warga tersebut tetap mandi lumpur sebagai bentuk ungkapan penderitaan mereka.
"Sembilan warga ini simbol dari 9 tahun tragedi yang membunuh dan membuat kami menderita ini. Mereka mandi lumpur untuk kembali mengingatkan bahwa sejak sembilan tahun lalu, warga hidup menderita. Ini pesan untuk pemerintah dan Lapindo," ujar Roy, korlap aksi.
Usai mandi lumpur, warga kemudian mencari titik koordinat yang diyakini sebagai makan umum Desa Siring.
Di sana warga menaburkan bunga setaman dan memanjatkan doa bagi sanak keluarga mereka yang makamnya tertimbun lumpur.
Usai tabur bunga, warga menancapkan bendera merah putih.
Aksi ini mayoritas diikuti kaum ibu sejak pagi hingga siang hari.
Acara dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dipanjatkan seorang ustadz.
Begitu doa dilantunkan, para ibu ini tak kuasa menahan tangis.
Mereka menyesali peristiwa 29 Mei sembilan tahun silam itu.
Berulang kali mereka menyebut nama 'Ya Allah' sembari membasuh air matanya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
Penulis: Miftah Faridl