BUPATI Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi ternyata butuh waktu lama untuk menjalani masa kuliahnya. Bukan karena sibuk menjadi aktivis ataupun prestasi akademik.
Putra mantan Bupati Ogan Ilir, Mawardi Yahya ini pun tak tercatat mengikuti unit kegiatan mahasiswa apa pun selama berkuliah di Universitas Islam Indonesia.
Direktur Humas UII, Karina Utami Dewi, membenarkan Nofiadi adalah alumnus Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya. Ia masuk pada 2007 dan lulus pada 2014.
"Kami tidak tahu juga apakah di luar kampus dia punya kesibukan lain, karena kegiatan di luar kampus tidak masuk ke catatan kami," ujar Karina.
Terkait kabar yang beredar tentang 'hobi' Nofiadi menggunakan sabu sejak di bangku kuliah, pihak UII tidak tahu sama sekali.
"Tidak pernah ada catatan, bahkan terdengar kabar bahwa yang bersangkutan (Noviadi) menggunakan narkoba saat masih menjadi mahasiswa," kata dia.
Di awal tes penerimaan mahasiswa baru, UII sudah melakukan tes urine kepada seluruh mahasiswanya, dan hasilnya Nofiadi negatif menggunakan narkoba.
"Menurut catatan kami, tidak pernah ada catatan tertangkap bahkan terdengar dia adalah pengguna narkoba," imbuh Karina.
Tragedi Baru
Penangkapan Bupati Ogan Ilir (OI) Ahmad Wazir Noviadi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) merupakan tragedi baru bagi Golkar.
Wakil Bendahara Umum Golkar Bambang Soesatyo mengakui partai politik terkadang sulit melakukan seleksi ketat untuk mendapatkan pemimpin daerah yang baik.
Pasalnya, hal tersebut disebabkan mekanisme yang rumit dengan melibatkan partai lain serta kekuatan ketokohan calon kepala daerah.
Mengenai Bupati Ogan Ilir, Bambang melihat dari segi umur Ahmad belum memiliki ketokohan.
"Tapi keluarga mungkin memiliki ketokohan yang luar biasa, sehingga dengan pertimbangan itu menjadi calon lah, dan menjadi kepala daerah,"ujar Bambang.
IDI Siap Diperiksa
Tertangkapnya Bupati Ogan Ilir AW Noviadi Mawardi di kediamannya Minggu Malam lalu oleh BNN Pusat, berbagai spekulasi mulai muncul di kalangan masyarakat.
Terutama hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis tujuh bulan lalu sebelum pelantikan.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Sumsel, dr Rizal Sanif SpOG menegaskan, pihaknya sudah menjalankan mekanisme pemeriksaan sesuai prosedur.
Apalagi yang berwenang melakukan pemeriksaan tersebut ialah KPU Sumsel.
"Saat itu kebetulan ada 7 Kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada. KPU meminta IDI untuk menyelenggarakan tes kesehatan tersebut. Dan semua sudah sesuai standar pemeriksaan, karena hasilnya langsung kita serahkan ke IDI cabang masing-masing daerah," ujarnya.
Terkait adanya dugaan hasil tes rekayasa, pihaknya membantah tegas. Sebab tim medis dalam hal ini RSMH Palembang yang bertugas sudah berkompeten dan profesional di bidangnya.
"RSMH kan RS pusat, tipe A. Seluruh peralatan lengkap. Maka itu pemeriksaan dilakukan disana. Tidak hanya tes narkoba yang dilakukan. Seluruh tes kesehatan lain juga dijalankan," ujarnya.
Apalagi selaku mewakili profesi sebagai dokter, dr Rizal percaya para tim medis menjalankan tugasnya dengan tanggung jawab profesi. Tentu saja jalannya pemeriksaan sesuai prosedur dan undang-undang.
"Jika memang meragukan dan kalau penyidik mau periksa, silakan saja. Namun kami tidak bisa beberkan hasil pemeriksaan ke publik, sebab itu merupakan privasi," ujarnya.
Mati Lampu
Badan Narkotika Nasional (BNN) mempertanyakan peristiwa mati lampu yang terjadi di rumah Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi Mawardi saat petugas berencana menggeledah, Minggu (13/3/2016) dini hari.
"Kami mempertanyakan, kok bisa listrik mati sekira empat jam, sampai operasi berlangsung alot," kata Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Pol Slamet Pribadi.
Menurutnya, akibat listrik padam, sang pemilik rumah pun melakukan provokasi dan mencoba menahan gerbang rumah.
Bahkan petugas BNN sempat diteriaki, sehingga mengundang kecurigaan dari orang-orang di sekitar rumah Bupati Ogan Ilir kepada petugas BNN.
"Ya kami mempertanyakan, kenapa bisa kita masuk, lalu, blep mati lampu," kata Slamet. (kha/fer/why/Sripo/Tribun Jogja)