Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Jajaran personil Polsek Sajingan menggagalkan penyelundupan sabu seberat 6,46 kilogram dan 39.730 butir happyfive, di wilayah Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Senin (27/6/2016) sekitar pukul 08.30 WIB.
Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Musyafak mengungkapkan, narkotika itu dibawa dua orang warga negara Indonesia (WNI) dari Biawak, Malaysia menuju Aruk, Indonesia.
Keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkotika tersebut, berawal dari adanya informasi yang diterima personil Reskrim Polsek Sajingan, Sambas, Minggu (26/6) sekitar pukul 23.00 WIB.
"Ada orang yang menawarkan, jika ada yang mau menyeberangkan mobilnya melewati batas atau border, dari Biawak, Malaysia ke Aruk, Sajingan, akan diberi bayaran Rp 50 juta," ungkapnya saat rilis tersangka dan barangbukti di Mapolda Kalbar, Rabu (29/6)
Mendengar informasi tersebut, personil Reskrim Polsek Sajingan merasa curiga dan menyuruh informan untuk bersedia menerima tawaran tersebut.
Pada Senin (27/6) sekitar pukul 07.00 pagi, informan membawa mobil Nissan X Trail warna silver berpelat nomor KB 1464 AL milik tersangka, dari Biawak (Malaysia) ke Aruk (Indonesia).
Ketika mobil diserahkan informan kepada tersangka Ruston Nawawi alias Ujang (36) dan Deni Nurdiansyah alias Denny (32).
Saat itulah personil Polsek Sajingan menyergap para tersangka, dan melakukan penggeledahan.
"Ternyata, di dalam boks speaker mobil yang ada di bagasi belakang, ditemukan barang bukti 6,46 kilogram kristal putih diduga narkotika jenis sabu-sabu, yang terbungkus dalam enam kemasan kantong pelastik," papar Kapolda.
Selain itu, juga ditemukan 39.730 butir pil, yang diduga pil Happyfive (H5), yang dibungkus dalam kantong pelastik warna merah.
Pantauan tribunpontianak.co.id, kemasan enam paket yang di duga berisi sabu-sabu, bertulisan merek the Guanyinwang.
Mirip dengan paket selundupan sabu-sabu yang pernah digagalkan Polda Kalbar sebelumnya.