News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bom di Medan

Ketika Keluarga Pelaku Minta Maaf kepada Uskup Agung Medan

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dengan berurai air mata, kedua orang tua pelaku teror terhadap sebuah rumah ibadah di Medan, Sumatera Utara menyampaikan permohonan maaf atas aksi yang dilakukan anaknya, Jumat (2/9/2016).

"Ia anak yang cerdas, tetapi salah pengarahan," kata Rizal.

Sementara Makmur mengatakan, apa yang ia alami adalah tantangan orangtua yang memiliki anak remaja yang masih labil pemikirannya, tetapi otaknya canggih dan ada sarana teknologi.

Rabu (7/9/2016), IAH dibawa ke Mabes Polri, Jakarta. Keluarga dan pengacara berharap polisi mengungkapkan siapa berada di belakang IAH.

Pembinaan keluarga

Dalam Sinode Keuskupan Agung Medan (KAM) VI di Nagahuta, Pematang Siantar, Rabu (7/9/2016), Uskup Sinaga juga menyerukan pentingnya pembinaan keluarga sebagai basis pembangunan masyarakat.

Peran keluarga perlu diperkuat di tengah gempuran peredaran narkoba, sekularisme, penyalahgunaan teknologi, gaya hidup bebas, dan merebaknya faham radikalisme.

"Orangtua perlu dibekali dalam tugasnya sebagai guru moral dan imam yang baik bagi seluruh anggota keluarganya agar anak jangan menjadi pengganggu masyarakat, tetapi menjadi anak-anak yang berkenan kepada sesama, anak yang saleh, berguna, dan terhormat di masyarakat," kata Sinaga.

Dari dalam keluarga, kata Uskup, hal-hal seperti mengutamakan kehendak baik, persahabatan, dan penghormatan satu sama lain perlu terus dibina.

Saat ini prinsip-prinsip pembinaan keluarga dalam keluarga Katolik diakui Kementerian Agama sebagai yang terbaik.

Gereja Katolik mengakui keluarga adalah sel terkecil dalam masyarakat. Melalui kehadiran dan peran anggotanya, keluarga menjadi tempat asal dan efektif untuk membangun masyarakat yang manusiawi dan rukun. Anak perlu sejak dini mendapat pendidikan imam dan moral.

Kesibukan karier telah membuat banyak orangtua kurang peduli dengan kebutuhan anak untuk diperhatikan, didengar, disapa, dan ditemani.

Sementara sekolah seolah mengambil alih peran orangtua di bidang pendidikan budi pekerti dan akhlak mulia, padahal pada praktiknya hanya bidang intelektual yang diutamakan.

Direktur Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama Eusabius Binsasi berpendapat, pemerintah melalui berbagai program terus melakukan pendampingan keluarga. Ini juga menjadi program prioritas Kementerian Agama, tetapi Eusabius mengakui, pemerintah belum maksimal dalam memberikan perhatian kepada keluarga.

Namun, Eusabius mengapresiasi langkah umat beragama di Medan yang karena kedewasaan imannya mampu menanggapi dengan sejuk percobaan bom bunuh diri yang dilakukan IAH (17) di Gereja Stasi Santo Yosep, dua pekan lalu.

Orangtua pelaku bahkan bertemu Uskup untuk meminta maaf. Dengan penuh kekeluargaan, Uskup menyambut mereka dan menyatakan IAH adalah juga anaknya.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini