News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Longsor di Sukabumi

Kesaksian Warga Selamat Hingga Dugaan Penyebab Longsor di Sukabumi

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Longsor mengubur Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/1/2019). Hingga pukul 19.00 malam longsor tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia 16 orang dan yang masih tertimbun 19 orang. TRIBUN JABAR/FERRI AMIRUL MUKIMININ

Kasbani mengatakan, berdasarkan Peta Geologi Lembar Sukabumi, Jawa, daerah bencana disusun oleh satuan breksi tapos, breksi gunungapi, dan aglomerate.

Baca: Surono: Indonesia Kawasan Rawan Longsor (3)

Berdasarkan Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Sukabumi, bulan Desember 2018 (PVMBG), daerah bencana sebagian besar masuk ke dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah-tinggi.

"Artinya daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali," katanya.

Cuaca Buruk Sulitkan Evakuasi Korban

Cuaca buruk ini juga membuat tim evakuasi yang bergabung dari berbagai instansi dan relawan melakukan evakuasi korban tertimpa material tanah yang longsor.

Kepala Biro Humas PMI Pusat Aulia Arriani, pada Selasa (1/1/2019) mengatakan, tim PMI Kabupaten Sukabumi mengalami kesulitan menembus lokasi longsor, karena jalanan yang terjal dan berbatu.

Baca: Surono: Indonesia Kawasan Rawan Longsor (2)

"Ditambah cuaca hujan rintik menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi dan komunikasi seluler juga sulit," kata Aulia saat dikonfirmasi, Selasa (1/1/2019).

Ia menerangkan, PMI menerjunkan 15 personil yang terdiri dari pengurus PMI dan relawan, dipimpin langsung Ketua PMI Kabupaten Sukabumi.

Selain itu, pihaknya pun mengerahkan 1 ambulan, 1 mobil rescue 4 x 4, serta 1 mobil operasional.

"Proses assessment dan evakuasi terkait dampak kejadian masih berlangsung," tuturnya.

Hingga hari ini, Rabu (2/1/2019), bantuan masih terus mengalir, di antaranya dari Polda Jawa Barat yang mengirimkan berbagai kebutuhan korban hingga delapan truk.

"Hari ini kami berangkatkan tujuh hingga delapan truk berisi barang yang sekiranya dibutuhkan korban longsor di sana," ujar Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar.

Longsor mengubur Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/1/2019). Hingga pukul 19.00 malam longsor tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia 16 orang dan yang masih tertimbun 19 orang. TRIBUN JABAR/FERRI AMIRUL MUKIMININ (TRIBUN JABAR/FERRI AMIRUL MUKIMININ)

Ia sempat menghubungi pejabat di lokasi longsor terkait kebutuhan apa saja yang dibutuhkan korban longsor.

Barang yang dikirim berupa tandon air (toren cai) untuk MCK, selimut, sarung hingga pakaian dalam.

"Termasuk susu dan popok untuk anak-anak disana karena memang itu yg diperlukan. Itu sesuai dengan kebutuhan disana dan ternyata kebutuan mendesaknya seperti itu," ujar Agung.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini