Hanya sama saja, saat hendak mengajak damai, pelaku berinisial MF tiba-tiba marah besar dan menolak ajakan damai tersebut.
Seketika, masing-masing pelaku justru mengeluarkan alat berupa double stik yang terbuat dari kayu.
Bak seorang jagoan, para preman kampung itu lalu menghajar korban dengan alat tersebut hingga babak belur.
Mereka juga melempari korban dengan batu.
"Mendapatkan pengeroyokan itu, membuat korban lari.
Malangnya, saat hendak kabur, tubuh korban berhasil ditarik yang kemudian didorong dengan keras sehingga terjatuh dan tergusur.
Korban lalu kembali dipukul dengan menggunakan double stik ke punggung dan kepala," ujar dia.
Beruntung, saat itu korban yang sudah dipenuhi luka berhasil melarikan diri ke Jalan Raya Pantura Indramayu.
Nyawa ketiganya akhirnya bisa selamat.
Sementara kedelapan preman kampung itu kini sudah diamankan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Korban bernama Sifan mengalami luka memar pada punggung, kemudian Rendi luka memar, lecet dan luka robek pada kepala bagian belakang, serta Sigit mengalami luka robek pada kepala bagian belakang hingga dirujuk ke RSUD Arjawinangun, Cirebon," ujarnya. (Handhika Rahman)
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Bak Jagoan, Preman Kampung Asal Indramayu Keroyok Tiga Orang, Tertunduk saat Ditangkap Polisi