"Tahun 2006 usai tsunami, bapak (Muhadi) sempat berkabar kalau selamat," kata Ali.
Baca juga: Calon Pengantin yang Hilang saat Memancing di Tanjung Meriam Bima Belum Ditemukan
Belasan tahun tak ada kabar, pihak keluarga mengikhlaskan andai kata Muhadi telah meninggal dunia.
Maka, ketika ada kabar ternyata Muhadi masih hidup, keluarga merasa seperti tak percaya.
"Sama halnya saya menemukan emas. Masalahnya sudah dikabarkan meninggal, jadi (dapat kabar bapak masih hidup) sema seperti menemukan emas," ungkapnya, dilansir Surya.
Ditemukan di Labuhanbatu
Keberadaan Muhadi pertama kali diketahui oleh seorang anggota polisi di Labuhanbatu.
Kepada polisi, Muhadi yang tinggal seorang diri menceritakan telah kehilangan kontak dengan keluarganya yang berada di Jawa Timur selama puluhan tahun.
Pihak kepolisian Labuhanbatu lantas menjalin komunikasi dengan Polres Trenggalek untuk mencari keberadaan keluarga Muhadi.
Tak lama, polisi Trenggalek mengetahui keberadaan keluarga Muhadi di Desa Ngadisoko, Kecamatan Durenan.
Saat melakukan panggilan video, Muhadi tampak bersemangat ketika berbincang dengan keluarganya di Trenggalek.
Terlihat di layar, Muhadi didampingi polisi di Kantor Polres Labuhanbatu.
Muhadi menyampaikan, dirinya akan segera pulang ke Trenggalek.
"Bapak muleh gak gowo opo-opo lo ya (Bapak pulang tidak bawa apa-apa lo ya)," katanya dalam video dengan Bahasa Jawa, Senin (27/6/2022).
Baca juga: Remaja yang Hilang Usai Tenggelam di Pantai Batu Gong Konawe Sultra Ditemukan Tak Bernyawa
Ali yang awalnya terharu pun tertawa mendengar kata-kata bapaknya.