Bekas taring membuat sebagian daging tangannya bolong.
"Macan itu mengincar leher. Saya melihat Didin berguling-guling dengan macan, saya tangkap macan itu," kata Adi (30), orang ketiga yang terlibat pertarungan dengan macan.
Adi mencoba menjauhkan macan dari dua temannya yang telah terluka.
Sayang, jempol Adi juga kena gigit macan, sampai akhirnya macan bisa ditenggelamkan di sungai dan mati.
Bangkai macan kumbang itu kini dibawa ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.
Seekor macan kumbang seukuran anjing dewasa menyerang tiga orang warga Desa Tegalmanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Ketiga orang tersebut sedang berada di kebun, sekitar 1,5 kilometer dari batas Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) untuk merawat tanaman-tanaman alpukat milik seorang juragan di Kota Bandung.
Penyerangan oleh macan itu terjadi pada Rabu (7/9/2022) siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Macan tersebut memasuki area perkebunan dan mula-mula menyerang satu di antara tiga petani itu.
Kepala Desa Tegalmanggung, Cecep Ali Hasan mengatakan bahwa orang yang pertama kali mendapat serangan itu terpojok karena ganas dan liarnya macan.
"Orang pertama galungan (bertarung) dengan macan itu. Demi menyelamatkan temannya, dua petani lainnya membantu," kata Cecep saat dihubungi TribunJabar.id, Jumat.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Macan Kumbang yang Serang Warga Sumedang Tak Boleh Diawetkan, Ini Langkah BKSDA