Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 89 detik.
Erupsi ke-tiga, di hari yang sama Kamis (8/6/2023) sekitar pukul 15.37 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1000 m di atas puncak atau kurang lebih 1157 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 335 detik.
Kemudian, erupsi keempat terjadi pada Jumat (9/6/2023) sekitar pukul 07.46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 800 m di atas puncak atau kurang957 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
Dan, erupsi kelima terjadi Jumat (9/6/2023) sekitar pukul 08.46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 3000 m di atas puncak atau kurang lebih 3157 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi 56 detik.
Andi mengatakan saat ini status GAK masih dalam level III atau siaga.
Andi juga mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif. (Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)
Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Gunung Anak Krakatau Erupsi 5 Kali, Tinggi Kolom Abu sampai 3.000 Meter