Ia mengaku gelap mata dengan tingkah korban yang sudah mengancam anggota keluarga lainnya.
Bahkan, ia mengaku bahwa korban juga mengancam akan membunuh ibunya.
"Iya, dia (korban) ancam mau bunuh adik dan ibu kandungnya, maka saya pilih duel sama anak saya demi keselamatan keluarga yang lain," ujar Sutikno.
Mengutip TribunJateng.com, saat hari kejadian, Sutikno mengaku korban pulang ke rumah dalam keadaan mabu.
Korban juga sempat adu mulut dengan adiknya.
Lalu tiba-tiba istri tersangka berteriak meminta tolong kepadanya.
"Anak saya itu sudah mabuk selama tiga hari sama ngepil. Pulang malah mau bunuh adiknya, sempat mau mukul pakai palu,"
"Saya pisah malah dia ambil pisau di meja mau ditusuk ke adiknya. Adiknya saya suruh pergi," katanya.
Akhirnya, tersangka pun berduel dengan korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Baca juga: Alasan Pria asal Kediri Bunuh 2 Wanita di Blitar, Singgung soal Gaji dan Tak Boleh Keluar Rumah
Sutikno mengaku gelap mata saat menghajar korban.
"Kami sudah biasa diancam dan dipukuli oleh korban, ketika kejadian maksud saya hanya melumpuhkan saja,"
"Saya lupa diri, mau lumpuhkan saja biar tak bikin onar. Sampai kejadian tak bisa mengendalikan emosi ternyata sampai tak bernyawa," katanya.
Setelah itu, ternyata tersangka berlari melapor ke ketua RT dan RW setempat.
Saat ditangkap, ia pun sudah pasrah.