“Hanya perlu waktu sekitar tiga hari kerja, sudah dikredit ke rekening,” ungkapnya.
Menurutnya, dana JHT telah banyak membantu masalah dana pensiun.
“Dananya selain ditabung, juga buat kebutuhan dan membiayai kuliah anak,” ujarnya.
Anik berpesan kepada generasi yang lebih muda untuk tidak lupa menyiapkan dana pensiun seperti JHT BPJS Ketenagakerjaan.
Karena dana tersebut akan bermanfaat di kemudian hari.
“Sangat banyak manfaatnya, sangat bisa dirasakan setelah saya pensiun,” pungkasnya.
Dana Darurat untuk Generasi Milenial
Sebagai Generasi Milenial, Dwinanda Setiya Haryadi (31) menjadikan BPJS Ketenagakerjaan sebagai dana darurat.
Pria asal Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah itu saat ini bekerja sebagai freelance dalam bidang desain grafis.
Pria yang akrab disapa Nanda telah memiliki pengalaman bekerja tidak hanya di satu tempat.
Nanda telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak 2017 lalu, saat ia masih bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta.
Pada tahun 2024 lalu, dana yang terkumpul pada BPJS Ketenagakerjaan ia cairkan sebagai modal usaha.
Dana BPJS Ketenagakerjaan ini juga dimanfaatkannya sebagai dana darurat untuk menghidupi keluarganya.
Nanda bisa dibilang merupakan 'Generasi Sandwich' yang memiliki tanggungan membiayai istri, anak, dan orang tuanya.
"Tahun 2024 kemarin karena kontrak di perusahaan lama telah habis jadi saya mencoba mencairkan BPJS Ketenagakerjaan sebagai modal usaha saya," kata Nanda kepada Tribunnews.
Nanda menceritakan bagaimana proses yang ditempuh untuk mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan.
Baca tanpa iklan