Nanda menuturkan, awalnya ia mencoba mencairkan BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi, namun terdapat kendala yang membuatnya mendatangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan.
"Saya akhirnya mendatangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan lalu dibantu pengurusan melalui aplikasi dan selesai dalam waktu yang cukup cepat," jelas Nanda.
Dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan ini, Nanda merasa lebih aman karena ada cover dana ketika terjadi kecelakaan kerja.
Selain itu, Nanda menilai dengan BPJS Ketenagakerjaan ini, secara tidak langsung ia menabung untuk dana pensiun atau dana darurat.
Sehingga bebannya untuk menyiapkan dana untuknya dan keluarganya jadi sedikit berkurang.
"Sebetulnya iya (merasa aman dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan) karena merasa sudah ada cover yang secara tidak langsung menabung untuk dana pensiun atau dana darurat lainnya."
"Sehingga bebannya sedikit berkurang, jadi tidak harus memotong lagi dari pendapatan yang sudah diambil," pungkasnya.
Kini, Nanda mengaku akan mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan jalur mandiri.
"Iya sepertinya saya akan mendaftarkan jalur mandiri agar memiliki jaminan sosial," ungkapnya.
Jaring Pengaman Gen Z saat Terkena PHK
Cerita lain Ardianto (26), merupakan Generasi Z yang juga mendapat predikat ‘Generasi Sandwich’.
Pria asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah itu kini menjadi tulang punggung keluarga untuk istri, anak, dan ibu mertua.
Ardianto menceritakan bagaiman BPJS Ketenagakerjaan menjadi jaring pengamannya saat terkena PHK.
Pada 2021, dampak pandemi Covid-19 membuat perusahaannya terpaksa melakukan PHK.
Sangat disayangkan, nama Ardianto masuk dalam daftar pegawai yang terkena PHK.
Untungnya, Ardianto memiliki saldo JHT di BPJS Ketenagakerjaan yang bisa ia cairkan setelah terkena PHK.
Baca tanpa iklan