Padahal, setiap acara yang diselenggarakan sekumpulan orang, adalah kewajiban Negara untuk mengetahuinya. Gafatar, menurutnya, adalah organisasi yang gerakannya mengedepankan sisi ekonomi dengan berbalut ajaran keagaman. Hal inilah yang menyebabkan ada aspek penistaan agamanya.
“Sangat disayangkan. Kadang umat Islam terjebak oleh permainan orang yang ingin mengadu domba sesama orang Islam. Apapun bentuknya, Saya tidak setuju penistaan agama,” katanya.
Proses pemulangan eks pengikut Gafatar dari Kalimantan Barat masih terus berlangsung.
Senin malam kemarin sebanyak 903 eks Gafatar tiba di Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan KRI Teluk Penyu.
Menurut rencana, 5.764 eks Gafatar akan ditampung di empat kota yakni di Jakarta sebanyak 2.004 orang, Semarang 1.752 orang, Surabaya 727, dan Makassar 281 orang. Sampai saat ini proses pemulangan dari tempat singgah yang sudah ditunjuk pemerintah masih tetap berlangsung.
Baca tanpa iklan