Hubungan akrab Pak Jakob dengan Pak Malik ini saya kira menjadi semacam entry point hubungan yang luas dan mendalam Pak Jakob dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah lainnya seperti Buya Syafi’i Ma’arif.
Diikuti tokoh-tokoh muda seperti Habib Chirzin, Ahmad Sobari, Muslim Abdurrahman, Rizal Sukma.
Keakraban dengan tokoh-tokoh itu menjadikan pemahaman Pak Jakob tentang Muhammadiyah lebih mendalam dan menyeluruh.
Ibaratnya, melihat matahari langsung pada planetnya, bukan pada sinar dan permukaannya. Semua itu memperkuat kekaguman, apresiasi beliau terhadap Muhammadiyah. Rabbi a’lam.
Sugeng tindak, Pak Jakob. Mugi-mugi Gusti Allah paring welas-asih.
*Anwar Hudijono, wartawan senior tinggal di Sidoarjo
Baca tanpa iklan