Rajinnya Nadiem Makarim menciptakan polemik tidak diimbangi penyampaian visi besar pendidikan di bawah rezimnya. Menurut Muhaimin Iskandar, Ketum PKB, mengatakan selama krisis pandemi Covid-19 Menteri Pendidikan yang sebelumnya diharapkan berkontribusi melalui teknologi yang dimiliki, sampai detik ini tidak ada tanda-tanda yang bisa diharapkan (Okezone, 1 Februari 2021).
Bermasalahnya Nadiem Makarim ini sebenernya sudah dimulai sejak 2020 silam, ketika tiga lembaga besar: PGRI, NU dan Muhammadiyah, menyatakan mundur dari program POP. Awalnya Nadiem Makarim berjanji menundu POP ini ke bulan Januari 2021, namun hari ini malah terlibat polemik tidak penting dengan mengurusi seragam sekolah. Mungkin publik terheran-heran, kenapa saat presiden Jokowi meresufle kabinet kemarin Mendikbud tidak masuk di dalamnya, padahal saat itu banyak publik mengira nadiem akan di resufle, karena tidak ada prestasi membanggakan, bahkan tidak bisa memberi solusi teknologi saat pandemi menghantam dunia pendidikan. Wallahu a'lam bissowab.
*Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon.
Baca tanpa iklan