Di masa kuno, para ahli kaligrafi Arab pun menggambar berbagai binatang dan sosok manusia dengan huruf-huruf kaligrafi nan indah. Dan ini dipertahankan oleh ahli kaligrafi berikutnya. Seperti ahli kaligrafi membentuk tubuh manusia dengan komposisi kepala manusia digambar dengan bentuk dua lafadz Allah yang berpapasan, tubuh sampai kaki dengan bentuk lafadz Muhammad, tulang rusuk dengan bentuk lafadz Hasan dan Husein. Di rumah saya di Cirebon pun terdapat gambar Burung Garuda Pancasila dalam bentuk kaligrafi Arab peninggalan almarhum ayahanda.
Prilaku para sahabat Nabi, para sufi, ahli kaligrafi Islam, dan Walisongo cukup sebagai rujukan otentik. Bukankan prilaku bersifat kongkrit dan aksiomatik? Lagi-lagi kata Imam al-Ghazali, "al-ahkam al-syar'iyah tsabitatun li-af'al al-mukallafin khashatan".
*Penulis adalah Ketua LBM PWNU DKI Jakarta, Komisi Fatwa MUI Pusat dan Pengampu Pengajian Kitab al-Mustasyfa fi 'Ilmi al-Ushul karya Imam al-Ghazali
Baca tanpa iklan