News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Partai Golkar dan Dinamikanya

Airlangga 'Terkudeta', Siapa Pelakunya?

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep serta elit partai menggelar konferensi pers usai pertemuan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Kamis (11/7/2024). Pertemuan tersebut merupakan silaturahmi antar kedua partai guna membahas potensi kolaborasi dalam Pilkada serentak 2024.

Oleh: Karyudi Sutajah Putra
Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

TRIBUNNEWS.COM  - Airlangga Hartarto akhirnya benar-benar terkudeta.

Ketua Umum Partai Golkar itu menyatakan mundur dari jabatannya dalam sebuah video yang beredar, Ahad (11/8/2024).

Pengunduran diri itu, kata Airlangga, berlaku per Sabtu (10/8/2024) malam.

Adapun alasan pengunduran diri itu adalah demi menjaga keutuhan Golkar dan memastikan stabilitas transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto selaku Presiden RI terpilih pada Pemilihan Presiden 2024.

Pengunduran diri itu sesungguhnya adalah 'kudeta terselubung' karena Menteri Koordinator Perekonomian itu sebelumnya menghadapi tekanan dari dalam atau internal dan dari luar atau eksternal.

Tekanan internal itu tercermin dari pernyataan Airlangga ihwal "keutuhan Golkar".

Adapun tekanan eksternal tercermin dari pernyataan Airlangga ihwal "memastikan stabilitas transisi pemerintahan dari Jokowi ke Prabowo."

Tekanan internal?

Sudah sejak medio 2023 ada desakan dari sejumlah elite partai beringin, termasuk anggota Dewan Pakar Ridwan Hisjam agar Airlangga mundur atau dimundurkan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Adapun jadwal normal Munas Golkar adalah 13 Desember 2024.

Pasalnya, Airlangga dianggap gagal mengemban amanat partai yang menugaskan dirinya untuk menjadi calon presiden di Pilpres 2024.

Jangankan capres, calon wakil presiden saja tidak.

Pencapaian Airlangga yang membuat Golkar berhasil meraih 102 kursi DPR RI di Pemilu 2024 alias meningkat signifikan daripada Pemilu 2019 yang "hanya" 85 kursi, ternyata tak mengurungkan niat kalangan internal untuk terus menggoyang kursi panas Airlangga.

Baca juga: Profil 3 Calon Ketua Umum Partai Golkar Pengganti Airlangga Hartarto

Bahkan sampai sehari-dua lalu pun Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan mengaku heran karena ada kalangan internal uang masih mendesakkan agenda munaslub.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini