Apalagi bila konflik Iran-Israel berlangsung lama, maka akan lebih membebani perekonkmian dunia.
Pada tanggal 22 April 2025 waktu Washington DC, IMF melakukan konferensi pers terkait World Economic Outlook edisi April 2025.
Pada edisi tersebut IMF membuat judul laporannya "A Critical Junction amid Policy Shifts".
Laporan tersebut sudah mempertimbangkan pengenaan tarif oleh Presiden Donald Trump terhadap 160 dunia, yang telah mengakibatkan goncangan perekonomian dunia, baik dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
Proyeksi IMF tentang pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 sebesar 2,79%, turun sebesar 0,5?ri tahun sebelumnya.
Namun pada tahun 2026 akan meningkat kembali menjadi 2,96%.
Di negara-negara Uni Eropa, pertumbuhan ekonomi sebesar 1,16% di tahun 2025, atau meningkat sebesar 0,04?ri tahun sebelumnya.
Demikian juga dengan tahun 2026 meningkat menjadi 1,48%.
Sedangkan untuk negara-negara yang tergabung dalam ASEAN-5, laju pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 3,97%, atau menurun sebesar 0,66?ri tahun sebelumnya.
Namun pada tahun 2026 terjadi peningkatan yang relatif kecil, menjadi sebesar 3,89%.
Dari data tersebut menunjukkan bahwa ASEAN terkena dampak cukup parah dengan adanya kebijakan tarif dari Trump.
Laju pertumbuhan ekonomi akan semakin tertekan bila perang Iran-Israel terus berlanjut.
Pertumbuhan ekonomi dunia, baik di negara-negara maju maupun ASEAN-5 akan semakin tertetekan. Inflasi pada aras dunia yang mencapai 4,94% pada tahun 2024, dan diperkirakan akan terus meningkat.
Demikian juga di negara-negara maju maupun ASEAN-5 (IMF, 2025).
Dampak terhadap Perekonomian Indonesia
Dampak pengenaan tarif oleh Trump kepada Indonesia sangat signifikan.
Baca tanpa iklan