● Tetapi memimpin gerakan kesejahteraan sosial secara sistematis.
NU harus lebih progresif dalam isu:
● Pengentasan kemiskinan berbasis keluarga,
● Kemandirian ekonomi umat,
● Akses pendidikan dan kesehatan
● Perlindungan kelompok rentan: difabel, lansia, perempuan, dan anak.
Di titik inilah sinergi NU dengan gerakan kesejahteraan sosial nasional menjadi keniscayaan.
3. Tantangan Kelembagaan: Profesionalisme dan Tata Kelola
Sebagai organisasi besar dengan jutaan jamaah, NU menghadapi tantangan klasik:
● Tumpang tindih struktur,
● Lemahnya database warga,
● Minimnya tata kelola modern yang akuntabel.
Abad kedua menuntut NU untuk melakukan reformasi kelembagaan tanpa merusak khittah. Profesionalisme, transparansi, dan pemanfaatan teknologi digital harus menjadi bagian dari budaya organisasi—bukan dianggap ancaman terhadap tradisi.
Tradisi dan modernitas bukan musuh, justru harus saling menguatkan.
4. Tantangan Politik: Menjaga Jarak Kritis dengan Kekuasaan
NU selalu berada di simpul strategis antara agama dan negara. Namun, tantangan abad kedua adalah bagaimana NU:
● Tetap berperan dalam kehidupan kebangsaan,
Baca tanpa iklan