Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan Puluhan Ton Bawang Merah dan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Bea Cukai Lhokseumawe lakukan pemusnahan barang hasil penindakan yang terdiri dari 59ton bawang merah ilegal, 359.852 batang rokok, 650 Kg kacang hija

Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan Puluhan Ton Bawang Merah dan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal
Bea Cukai
Bea cukai Lhoksuemawe 

TRIBUNNEWS,LHOKSEUMAWE–Bea Cukai Lhokseumawe lakukan pemusnahan barang hasil penindakan yang terdiri dari 59 ton bawang merah ilegal, 359.852 batang rokok, 650 Kg kacang hijau, dan 2 karton poultry cup dalam kondisi rusak (13/09).

Barang-barang tersebut merupakan hasil penindakan periode tahun 2017 hingga saat ini. Bea Cukai secara kontinyu melakukan penindakan rokok ilegal, serta baru-baru ini Bea Cukai Lhokseumawe berhasil gagalkan importasi bawang merah ilegal di perairan Jambo Aye.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Safuadi, mengungkapkan bahwa pemusnahan ini merupakan salah satu bentuk akuntabilitas Bea Cukai dalam melaksanakan tugas negara.

“Pemusnahan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan fungsi Bea Cukai selaku pelindung masyarakat dari beredarnya barang-barang ilegal. Guna menghindari penyalahgunaan dan bahaya barang ilegal maka kami musnahkan,” ungkap Safuadi.

Baca: Contact Center Bea Cukai Raih Peringkat 5 Dalam Kompetisi The Best Contact Center Indonesia

Kerugian yang ditimbulkan atas importasi ilegal tersebut berupa kerugian materil dan imateril. Kerugian materil berupa potensi penerimaan negara yang tidak tertagih dari bea masuk, pajak dalam rangka impor dan cukai yaitu sebesar Rp797.293.831.

Sedangkan kerugian imateril yang ditimbulkan apabila bawang merah impor ilegal yang tidak melalui proses tindakan karantina ini beredar adalah dapat membahayakan kesehatan konsumen, dapat menyebarkan virus atau bibit penyakit juga dapat mengganggu kelangsungan produksi oleh petani bawang merah di dalam negeri.

Safuadi menambahkan bahwa ke depannya Bea Cukai juga akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum lain untuk meningkatkan pengawasan.

“Menindaklanjuti arahan Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas barang antar negara, Bea Cukai dalam menjalankan tugas dan fungsinya selalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan instansi terkait antara lain TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Karantina maupun aparat pemerintahan setempat,” pungkas Safuadi. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas