Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

SBY Kehilangan Momen Naikkan Harga BBM

Pasalnya kenaikan harga BBM bersubsidi bersamaan dengan pergantian ajaran baru dan memasuki bulan puasa

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menilai Pemerintah telah kehilangan momen untuk menaikan harga BBM bersubsidi.

Pasalnya kenaikan harga BBM bersubsidi bersamaan dengan pergantian ajaran baru dan memasuki bulan puasa, di mana kedua waktu tersebut harga-harga bahan pokok menjadi mahal.

Sofyano pun berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunda kenaikan harga BBM bersubsidi. Jika hal itu terjadi akan ada kejutan besar

"Saya berharap, pada detik-detik terakhir presiden akan membatalkan atau menunda kebijakan menaikkan harga BBM, karena momentumnya tidak tepat. Nah, itu baru kejutan besar," ujar Sofyano, Senin (17/6/2013).

Sofyano menilai kalau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat desakan dari para politisi. Pasalnya langkah yang diambil SBY untuk menaikan harga BBM bersubsidi saat ini tidak tepat.

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah terpancing desakan-desakan politis atau pun desakan para ahli yang menghendaki harga BBM dinaikkan. Kenapa kok pemerintah mengambil waktu (menaikkan harga BBM)nya sekarang?" ujar Sofyano.

Menurut Sofyano, pemerintah terlalu alergi untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Karena hal tersebut masyarakat menjadi takut dan kenaikan harga BBM menjadi isu nasional.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ketika harga BBM harus dinaikkan, pemerintah melakukannya justru di saat momentum yang tidak tepat seperti sekarang ini, sehingga menimbulkan gejolak di masyarakat," ungkap Sofyano.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas